Pagi itu aku menyaksikan sekumpulan bocah desa sedang bermain di genangan air. Mereka berteriak kegirangan, tertawa bahagia, hanyut dalam kebersamaan pertemanan.
Rupanya mereka sedang bermain perang-perangan; saling menimpuki lawannya dengan lumpur yang dikeruk, pakai telapak tangan. Ada yang tertemplok lumpur pada bahunya, badan, punggung, kepala, bahkan pada jidatnya hingga matanya kelilipan.
Keceriaan mereka membuatku terbawa bahagia. Paling tidak, mereka punya cara sendiri untuk melepaskan diri dari jerat kemiskinan.
Ya, orang-orang desa selalu punya cara untuk bertahan dan menciptakan suasana yang menyenangkan. Orang-orang kota mestinya mau melihat dan belajar dari kebersahajaan yg penuh dg kebijaksanaan.
From Ceria Bocah Desa, posted by Galeri MT on 7/02/2012 (12 items)
- ceria bocah desa
- ceria bocah desa
- ceria bocah desa
- ceria bocah desa
- ceria bocah desa
- ceria bocah desa
- ceria bocah desa
- ceria bocah desa
- ceria bocah desa
- ceria bocah desa
- ceria bocah desa
- ceria bocah desa
Generated by Facebook Photo Fetcher
Strowberry Camp, Cisarua
27 Juni 2012
Indeks Bab & Opini Lainnya
- Onlife Paradox: Dekat di Jari, Jauh di Hati15 Oct 2026 →
- de’Clan: Perang Para Bangsat10 Jul 2026 →
- Algoritma Revolusi11 Jun 2026 →
- GOTHAM: Arkham Moves to City Hall7 Jun 2026 →
- Narasi MBG yang Lebay Abis4 Jun 2026 →
- Teddy vs Dino: Overrated Argumen3 Jun 2026 →
- Server Libur Beli Seblak24 May 2026 →
- Lelah Lihat Konten UMKM Pakai AI18 May 2026 →











