Film Pantjasila dan Walking Dead

“Kita hendak mendirikan satu negara semua buat semua. Bukan buat satu orang, bukan buat satu golongan, baik golongan bangsawan maupun golongan yang kaya tetapi semua buat semua. Inilah salah satu dasar pikiran yang nanti akan saya kupas lagi… Prinsip nomor empat sekarang saya usulkan. Saya di dalam tiga hari ini belum mendengarkan prinsip itu yaitu…

Melihat Medan dari Bentor

“Beberapa sopir Bentor yang kutemui boleh jadi merupakan kacamata dalam melihat Medan. Tetapi aku suka meminjam kaca mata lain agar bisa melihat Medan dari sudut yang berbeda.” Bentor melaju susuri jalan menuju beberapa titik perhentianku di Medan. Mulai dari Istana Maimun, Masjid Raya, Kuil di sekitar Madras, Rumah Tjong A Fie, dan beberapa pusat kuliner. Karena bukan blogger…

Korban Blogger

Kaget juga mendapatkan mention dari @httsan di Twitter. Karena yang mention adalah teman yang bisa dipercaya dan tak pernah menyebarkan kabar HOAX dan iklan, aku klik saja tautannya. Rupanya ada update blog, yang saat membaca kalimat pertamanya saja, – “todongan dari mbak Ine…” langsung melesatkan pikiranku ke masa-masa awal nge-blog dulu. Blogging Bersambut, sebuah tradisi blogger…

Opang yang Bertahan

Di halte BNN (Badan Narkotika Nasional) siang tadi aku ngobrol berdua seorang tukang ojek tak beraplikasi. Ojek tak berhape ini makin tenar dengan sebutan Opang (Ojek Pangkalan). Obrolan yang bermula dari keisengan karena menunggu taksi yang lewat ini rupanya memberikanku satu temuan, sebuah sikap yang menarik dari bapak yang mengaku sering dipanggil Bang Sadri oleh teman-temannya. “Emang si abang…

Vlogue Tenggarong

Perjalanan ke Tenggarong adalah pengalaman pertamakali menapaki ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Banyak yang tak kutahu tentang kota yang konon berasal dari kata Tangga Arung atau Rumah Raja ini. Ketidaktahuan itu membuatku merencanakan membuat Vlogue (video blog) tentang apa yang kutemukan di sana. Vlogue adalah gabungan dari Video Blog Gue. Temanku Kang Bugi pernah memberitahu kalau arti…

Batik dan Kopi di Pal Batu

Sudah lama aku sekadar tahu ada Kampung Batik di Pal Batu, Jakarta. Kampung Batik ini diinisiasi oleh Budi Darmawan dan Temmy, sejak 2011. Tapi baru 2016 aku mampir dan bercengkrama di rumah utama, yang mengajak masyarakat sekitar Pal Batu IV tergerak membatik. Apa yang membuatku mampir? Nanti kujelaskan. Janji! Dulu, sekitar 1994-1995 aku sering nongkrong di sekitar…

Mau ke Monas? Perhatikan 11 Hal Ini!

Siapa sangka orang Jakarta tahu seluk-belum piknik ke Tugu Monumen Nasional (Tugu Monas). Beberapa orang yang kutemui di Monas saat Lebaran 2016 kebanyakan warga Jabodetabek. Banyak juga bahkan yang mengaku Orang Betawi tetapi baru sekali ini ke Monas. Jadi mereka tak tahu cara asyik ke Monas. Di antara mereka yang baru pertamakali mengunjungi Monas, ada…

Bom Meledak, Polisi yang Rekayasa

Semestinya bom itu tak meledak di tempat itu tetapi di tempat lain yang sudah direncanakan. Rencana peledakan bom di sebuah kantor itu gagal. Bom meledak di tempat lain, dipicu oleh orang lain yang semestinya bukan ia yang meledakkannya. Begitulah, rencana A berganti B dan sang perencana ledakan pun resah. Meskipun rencana pengeboman sedikit berubah, upaya…

Sopir GrabBike Minta Cancel

“Saat banyak orang minta parcel, sopir grabbike malah minta cancel.” ~ Bang Namun Alasan selalu dicari-cari agar dimaklumi. Itu yang kusimpulkan dari beberapakali menelpon sopir ojeg online yang menerima pesananku namun mereka meminta agar aku membatalkan order tersebut. Sejak pertamakali memakai jasa ojek online, entah itu Gojek atau GrabBike, aku belum pernah sekalipun membatalkan pesanan….

Sudah Lama Nggak Kopdar Blogger

Setiap Ramadhan selalu numpuk undangan berbuka puasa (bukber). Dari hari pertama puasa hingga hari ketigabelas tak henti-hentinya ajakan bukber kuterima hingga dalam tigabelas hari itu, baru duakali saja aku berbuka puasa bersama keluarga di rumah. Ya, begitulah Ramadhan. Oiya, dalam Ejaan Bahasa Indonesia terbaru bakunya adalah Ramadan. Tapi karena kadung terbiasa dengan transliterasi lama, aku…

Melantunkan Perenungan

Bunyi gong dan suara ritmis alat-alat musik khas Betawi perlahan memenuhi ruang gedung bergaya neo-renaisance yang dibangun pada tahun 1821. Pelantang acara mengumumkan bahwa pertunjukan segera dimulai. Layar terbuka, sosok lelaki muda berbaju hijau memimpin kaum muda lainnya dengan peran masing-masing. Merekalah Lantun Orchestra yang melantunkan perenungan mereka tentang Jakarta dalam tajuk #BetawiHariIni. Sayang disayang…

Ajak Mencari Jejak

Meluangkan waktu spesial buat anak-anak bisa dilakukan saat akhir pekan. Permainan apa yang bisa dilakukan barengan antara orang tua dan anak?  Bisa saja main Monopoli,  Ular Tangga,  dan berbagai mainan lainnya. Main game bareng di gadget seperti tablet dan atau iPad juga bisa, tapi -menurutku- yang paling spesial adalah bermain bersama mereka tanpa gadget. Misalnya…

Masih Ngeblog?

Di Jogja kemarin sempet ketemu teman yang bertanya, “koq blogmu jarang diapdet lagi?” Pertanyaan yang sempat bikin aku melamun. Jadilah obrolan yang terpaksa kutuliskan di sini. Oiya, kode Jogjanya #JMR2016. Iya, sih. Sejak Desember 2014 aku pernah bikin resolusi: Males Ngeblog. Jadi sejak Januari 2015 hingga kini kemalasan ngeblog itu berlanjut. Rupanya enak juga nggak…

Obrolan Asbak dan Cangkir Kopi

Kedai kopi tempat berkumpulnya muda-mudi, pebisnis, perajin, pemalas, periang dan penyendiri, menyisakan sebuah asbak dan cangkir di meja paling sudut dan paling sepi. Sudut yang biasa dipesan oleh mereka yang lebih suka ke kedai kopi untuk menyepi, menyendiri, tanpa perbincangan baik dengan orang di meja sebelahnya maupun dengan orang lain melalui smartphonenya. Di ujung malam,…

Finally! Spotify Cuma Goban

Kini netizen Indonesia bisa menikmati streaming musik pakai Spotify. Koleksi lagu lawas –misalnya 80-an sampai tangga lagu Indonesia– tersedia. Saat mendengar slentingan dari tim Spotify sehari sebelum launching, aku sudah penasaran seperti apa sih enaknya Spotify. Dalam tren pencarian di Google Indonesia hari ini pun, “Spotify” berada di urutan teratas. Ini menunjukkan betapa banyak orang…

Bungkam

Apa sih yang disebut pembungkaman itu? Jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, pembungkaman berasal dari kata dasar bungkam, yang berarti tutup mulut, tidak bersuara atau tidak bicara.  bung·kam a 1 tertutup (tt mulut); 2 tidak bersuara: mereka — seribu bahasa; mem·bung·kam v 1 menutup mulut supaya diam; 2 ki membuat tidak berbunyi (bersuara, berbicara): peraturan…