Teman Semalam di Yogyakarta

Malam pertama di Yogyakarta sepi banget. Aku belum sempat mengontak teman-teman karena bimbang apakah akan ada waktu untuk ngumpul bersama mereka, terkait urusan yang belum kutahu jadwalnya. Kuperiksa mention via hape. Hanya beberapa teman yang mengetahui kalau aku sudah berada di Yogyakarta.

Sayangnya mereka pun sedang berada jauh dari Kota Gudeg itu. Ya sudah, aku akan jalan sendiri saja. Lagi pula ngendon sendirian di kamar hotel ngapain juga. Acara TV pasti membosankan. Masih banyak para politikus yang menebar energi negatif. Siaran langsung sepak bola juga nggak ada. Lebih baik cari tempat santai, makan!

Baru saja keluar kamar, notifikasi dari grup kerja berbunyi. Mereka minta aku mengirimkan file untuk dibahas klien beberapa jam kemudian. Duh, kujawab. “Jika nanti aku dapat pinjaman laptop, akan kukerjakan.” Twinggg…. “okesip!” jawab teman sekerja.

teman semalam dijojah

Beruntung di salah satu meja kulihat ada tiga orang sedang bercengkrama. Salah satunya memakai laptop. Sepertinya sedang online pula. Hm, ini dia yang namanya keberuntungan: dapat teman plus bisa ngeberesin pekerjaan. Aku mendekati mereka. Ketiga orang  itu memerhatikanku. Kujabat tangan mereka, “Kenalkan aku MT. Sejujurnya, aku berkenalan karena punya pamrih. Ada pekerjaan yang harus kuselesaikan dan kirim file secepatnya. Tapi aku tak bawa laptop. Boleh aku pinjam beberapa menit?” Benar kata teman-temanku, Orang Yogya gak ada yang pelit dan sombong. Rata-rata baik hati, ramah, dan sering senyum.

Kubuka cloud storage tempat dimana aku menyimpan berkas yang harus kuselesaikan. “Wah, koneksinya cepat juga ya. padahal pakai wifi aja ini?” tanyaku. “Ya, mas. ini kan pakai Indosat SuperWifi.” Sahut salah satu di antara mereka. “Oh di hotel ini ada jaringannya ya. Kukira baru di Jabodetabek aja.” Sahutku. “Sudah banyak, mas. Di beberapa kota sudah bisa dipakai dan semuanya masih gratis.” Jawab yang berkacamata. “Keren, mas. Ini pun cepat sekali upload file-nya. Bereslah kerjaanku! Makasih banget ini.” Jawabku, puas.

Kami melanjutkan perbincangan. Mengupas malam Yogyakarta yang belum banyak kuketahui seluk-beluknya. Ya, merekalah temanku semalam di Yogyakarta. Hanya semalam.

 

13 thoughts on “Teman Semalam di Yogyakarta

  1. Sip sip….
    Jadi kangen ngafe-ngafe lagi, cos dah jarang sekarang kegiatan itu kulakukan…

    *Ops, jangan bayangin “ngafe” di Jogja itu semahal ngafe di Jakarta lhooo…

    1. beneran! memang murah makan di Yogya! di Bogor. wuhhh jauh lebih muahaalll. makanya jarang ngafe di bogor hahaha

  2. Paling asyik kalau ke kafe tentu main internet. Sekarang aku tak mau rugi kalau ke kafe or ke mall, selalu cari hot spot gratisan…

    1. generasi kita ini termasuk “hotspothunter” dan “pemburu colokan” buat yang belum punya powerbank 🙂

Menurutmu?

%d bloggers like this: