,

Mereka di Jalan

⏱ Estimasi waktu membaca: 2 menit

Jika kita melakukan perjalanan ke berbagai pelosok negeri ini, jangan hanya menikmati pemandangan alam, pusat belanja, wisata, kuliner, dan ragam hotel megah. Sempatkan untuk melihat mereka yang namanya sering dijual oleh anggota Dewan, politikus, dan makelar demo; rakyat miskin.

Kemiskinan nyaris makin merata di Indonesia. Kemiskinan tak pernah lenyap dari pelupuk mata kita sejak zaman Orde Lama, Orde Baru, maupun Orde Koalisi yang semakin tak jelas keberpihakannya kepada rakyat. Tetapi yang perlu dicatat, rakyat miskin tak pernah mengeluhkan apa nestapa yang menjadi takdirnya. Tidak seperti orang-orang di pemerintahan, yang teriak-teriak jika fasilitasnya dikurangi sedikit atau tak bertambah.

Memang ada juga rakyat kita yang menjajakan kemiskinannya. Mereka mengemis, meminta sedekah dari orang-orang yang mereka anggap sebagai kalangan berpunya. Seperti yang kurekam dalam video blog singkat, “Mereka di Jalan”. Dua kakak-beradik ini diajarkan untuk berani mengemis, menafikan rasa malunya demi rupiah.

Kadang terlintas di benakku, seperti apakah mereka 10-20 tahun ke depan? Apakah akan tetap mengemis ataukah mereka sanggup mengalahkan rasa miskinnya sehingga nasibnya berubah. Mungkinkah kakak-beradik ini menjadi Anggota Dewan yang katanya terhormat? Mungkinkah jadi Menteri? Mungkinkah jadi pejabat partai di mana mereka bisa menyedot kekayaan dari bisnis politik?

Entahlah. Kupikir selama pendidikan dan kesehatan di negeri ini masih mahal buat rakyat kecil, kemungkinannya amat tipis mereka mendapatkan takdir selayaknya orang-orang berfasilitas lengkap dan mewah dari negara. Selama jejaring koruptor masih menguasai pemerintahan, dunia usaha, bahkan pendidikan, rakyat jelata selamanya menjadi kalangan tak berpunya.

 

πŸ“– Lanjut Membaca Tanpa ke Beranda

Indeks Bab & Opini Lainnya

Ruang Diskusi Pembaca (10)

Berikan tanggapan secara langsung tanpa perlu login. Demi menjaga kualitas diskusi, pengiriman tautan/link tidak diizinkan.

πŸ›‘οΈ Tanpa Login & Anti-Link
Langsung tayang & dapat dibalas pembaca lain.
  1. @mataharitimoer • 14 years lalu

    #updateblog @updateblog Mereka di Jalan http://t.co/VK6LVrVv

  2. @mataharitimoer • 14 years lalu

    #blogMT Mereka di Jalan http://t.co/8XPs0k5S #potret #indonesia #kemiskinan #korupsi

  3. @BloggerBogor • 14 years lalu

    Mereka di Jalan: Jika kita melakukan perjalanan ke berbagai pelosok negeri ini, jangan hanya menikmati pemandang… http://t.co/My5Ku3Kb

  4. @updateblog • 14 years lalu

    via @mataharitimoer #updateblog Mereka di Jalan http://t.co/Ld7tXKuR

  5. Titik Asa • 14 years lalu

    Sungguh ironis membaca artikel ini dan melihat sekeliling berkenaan dg kemiskinan ini. Gemah ripah loh jinawi, negeri kita yg subur dan kaya, toh hanya meninggalkan kemiskinan bagi mayoritas rakyatnya…
    Salah kelola, rakus di kebanyakan pemangku kekuasaan… belum lagi kekayaan alamnya yg terus menerus "dirampok"
    Kapankah kekayaan ini menjadi berkah bukan malah musibah bagi rakyat?
    Salut dg tulisannya yg inspiratif, Kang
    Salam persahabatan,

  6. @mataharitimoer • 14 years lalu

    Selama jejaring koruptor masih menguasai pemerintahan, rakyat jelata selamanya dibuat tak berpunya. http://t.co/JuVzIZus #ordekoalisi

  7. MT (@mataharitimoer) • 14 years lalu

    Jika kita melakukan perjalanan ke berbagai pelosok negeri ini, jangan hanya menikmati pemandangan alam, pusat… http://t.co/jRMhSDI2

  8. @eligjakwin • 14 years lalu

    RT @mataharitimoer: Jika kita melakukan perjalanan ke berbagai pelosok negeri ini, jangan hanya menikmati pemandangan alam, pusat… http://t.co/jRMhSDI2

  9. MT (@mataharitimoer) • 14 years lalu

    #blogMT: Jika kita melakukan perjalanan ke berbagai pelosok negeri ini, jangan hanya menikmati pemandangan alam,… http://t.co/HecexzryM2

  10. MT (@mataharitimoer) • 13 years lalu

    #blogMT: Jika kita melakukan perjalanan ke berbagai pelosok negeri ini, jangan hanya menikmati pemandangan alam,… http://t.co/lstUTp4de1