,

Menyikapi Perbedaan

⏱ Estimasi waktu membaca: 3 menit

Berbeda itu bukan sikap yang mesti dihindari. Sebab kita tak mungkin bisa menghindarkan diri dari perbedaan. Perbedaan adalah suatu kondisi yang tak harus diseragamkan. Perbedaan tercipta karena hidup adalah harmoni.

Tuhan menciptakan alam raya dengan segala keunikan perbedaan. Ia bahkan menciptakan keanekaragaman dalam satu jenis penciptaan. Banyak spesies katak. Banyak spesies burung, tanaman, bahkan ras manusia. Dia menciptakan perbedaan agar ciptaan dapat saling mengenal dan membentuk harmoni.

Perbedaan akan menjadi kearifan jika tak disikapi sebagai pertentangan dan cercaan. Sebab sikap bertentangan dan cercaan dapat memancing pertikaian. Banyak contoh yang bisa kita hikmahi dalam soal ini. Kubu Sriwedari FC menilai wasit sudah bekerja dengan baik. Namun kubu Persikapur merasa wasit mengentit keadilan bagi mereka. Perbedaan sikap dalam menilai wasit ini bisa saja mengundang pertikaian jika para tokoh dari kedua kubu kurang arif dalam menyikapinya. Biasanya pertikaian terjadi pada level bawah, grassroot: supporter. Dalam konteks politik, pertikaian dapat terjadi di kalangan pendukung, yaitu rakyat kecil yang sebenarnya ikut-ikutan mendukung calonnya hanya sekedar untuk mendapat duapuluhribuan saja. Kenyataan seperti ini memang mengenaskan.

Ada juga orang yang menyikapi sikap berbeda sebagai simbol perlawanan. Biasanya, yang merasa berbeda itu merasa dirinya berani beroposisi. Namun ada juga orang yang mengambil posisi berbeda agar bisa dianggap sebagai pembela kekuasaan, sebagai pahlawan, dan memihak status quo. Ini dua sikap yang kurang arif dalam sebuah perbedaan.

Sikap saling menentang dan menantang ini mudah sekali memicu pertengkaran. Walaupun pertengkaran itu hanya terjadi di meja makan ataupun di meja diskusi. Tetap saja hanya akan menciptakan efek kelelahan. Lelah hati, lelah pikiran. Kelelahan dapat memicu kekecewaan. Kekecewaan adalah medan magnet bagi kedengkian.

Ketika aku ditanya oleh seorang teman, siapa yang aku dukung ketika ada dua pihak di antara teman-temanku yang berbeda sikap. Aku nyatakan, kedua pihak punya alasan atas sikapnya masing-masing. Namun bukan berarti aku harus memilih satu di antara dua kutub tersebut. Karena jikalau aku memilih, pasti temanku yang tak kupilih akan kecewa. Aku lebih cenderung mengajak kedua kutub untuk bisa memahami esensi dari perbedaan tersebut.

Setiap orang punya seribu alasan untuk berbeda sikap. Tapi setiap orang sebenarnya juga memiliki jutaan alasan untuk bisa saling mengerti akan perbedaan tersebut. Ketika energi positif menjadi nyawa bagi dua kutub yang berbeda, toleransi dan saling pengertian bisa disepakati. Sikap positif inilah yang mestinya ditiupkan pada jiwa-jiwa yang terlibat dalam suatu perbedaan pendapat dan perbedaan sikap.

Apakah harus selalu ada keseragaman? Protes temanku yang mengajukan dua pilihan. Tidak harus! Jawabku. Sebab keseragaman bukanlah hasil akhir dari sebuah perbedaan. Suatu harmoni tidak mesti seragam. Coba kita saksikan sebuah pertunjukan musik orchestra. Harmoni yang mereka ciptakan, bukanlah hasil keseragaman, tapi hasil dari perbedaan. Perbedaan alat musik, perbedaan suara, perbedaan peran, perbedaan aksi, perbedaan bunyi. Mereka sanggup meng-arrange segala perbedaan menjadi harmonisasi yang indah bagi kehidupan.

πŸ“– Lanjut Membaca Tanpa ke Beranda

Indeks Bab & Opini Lainnya

Ruang Diskusi Pembaca (22)

Berikan tanggapan secara langsung tanpa perlu login. Demi menjaga kualitas diskusi, pengiriman tautan/link tidak diizinkan.

πŸ›‘οΈ Tanpa Login & Anti-Link
Langsung tayang & dapat dibalas pembaca lain.
  1. ruanghati • 17 years lalu

    hmm..,
    pas banget tulisan hari ini, aku sedang menghadapi sebuah perbedaan dan kekecewaan.

    makasih kawan …

    <blockquote><em><strong>bertengkarlah sebagai keluarga, bukan sebagai musuh… </strong></em></blockquote>

  2. ducblog • 17 years lalu

    ego, ego, dan ego. itulah yang membuat orang menjadi pongah

  3. pandu • 17 years lalu

    postingan yang berkualitas..

    memang banyak orang yang masih juga menganggap perbedaan itu suatu hal yang sangat negatif yang haus diseragamkan.
    padahal anggapan tersebut sangatlah tidak benar..

    Perbedaan adalah suatu yang indah, apa jadinya klo kita semua seragam..

    bakal basbang (basi banget) nih dunia..

    yang bagaimana kita bersikap terhadap perbedaan tersebut..

  4. BANANA • 17 years lalu

    Berbeda-beda tetep satu jua…

    <blockquote><em><strong>bhinneka tinggal asa eh tunggal ika</strong></em></blockquote>

  5. matanaga • 17 years lalu

    seringkali kita berpihak pada yg benar
    dan meluruskan hal yg salah agar tak ada pertikaian
    namun ada saja selisih perbedaan pengutaraannya
    'lam πŸ˜‰

    <blockquote><em><strong>ya, biasanya "cara" itulah yang menuai perdebatan</strong></em></blockquote>

  6. ts • 17 years lalu

    perbedaan adalah….kekuatan untuk meyeimbangkan kekurangan yang ada πŸ™‚

    <blockquote><em><strong>semoga banyak yang mengerti seperti ini bos. tanya saja lagi! πŸ™‚ </strong></em></blockquote>

  7. erza • 17 years lalu

    @Pandu and TS : Idem

    <blockquote><em><strong>thanks</strong></em></blockquote>

  8. PS • 17 years lalu

    Kalau di dunia maya, banyak yang menyukai perbedaan. Klo di darat, kok sulit ya menemukan orang2 semacam itu… πŸ™‚

  9. Tongkonan • 17 years lalu

    Berbeda itu indah. Tanpa ada perbedaan, hidup ini akan sangat membosankan. Jadi, mari kita nikmati perbedaan itu dengan bijak. πŸ™‚ Peace.

  10. Dier Dzar Ghifari • 16 years lalu

    Keseragaman,,,waw,, ane harus menyukai sejenis????tidak…..perbedaan dalam harmonisasi kelengkapan saling mengisi seperi gambar orkestra…indah

  11. wongkamfung • 14 years lalu

    Numpang tanya. Mengentit itu artinya apa, sih? Dari bahasa mana, tuh? πŸ˜‰

    Salam persahablogan,
    @wkf2010

  12. MT • 14 years lalu

    Ngentit (betawi) sama dg nilep atau mencuri.
    πŸ™‚

  13. hariesaja • 14 years lalu

    Saya menganggap perbedaan itu bukti keunikan ciptaan Tuhan. Menerima perbedaan, sama halnya menyukuri nikmat yang diberikan Tuhan. Dalam bersikap, jika perbedaan itu datang, maka disitu terjadi pertarungan konsep baik dalam bertindak maupun berpikir.

    Persoalannya, maukah kita memberi ruang sebebas-bebasnya untuk orang lain membuktikan hasil pemikiran dan konsepnya itu berjalan?

    Dari sana nanti, setelah ada hasil, itu bisa dijadikan tolak ukur atas dua atau tiga konsep yang tadinya berbeda. Mana yang terbaik untuk diambil?

    1. MT • 14 years lalu

      Ya, bebaskan diri kita dari belenggu kepongahan. Makasih Bro!

  14. abdina • 14 years lalu

    Perbedaan membuat kita untuk berpikir dewasa.

  15. totok • 14 years lalu

    beda yo ben saja alias silahkan saja selama dialogis oke sajalah

  16. Smari Saklitnov • 14 years lalu

    untungnya di Indonesia perbedaan dapat diterima. beda dengan di luar negeri.

  17. Trisnoaji • 14 years lalu

    Saya pernah nulis hal ini setahun yg lalu.. Tapi ulasan di blog kang MT memang lebih joss.. Top!

    1. MT • 14 years lalu

      trisno: kan setiap org punya perspektif. boleh jadi postingan di blogmu pas dg perspektifmu

  18. Zizy Damanik • 14 years lalu

    Menurutku perbedaan itu perlu karena di situlah manusia justru bisa belajar kenapa bisa berbeda. Keegoisan, nah inilah penyakit yang ngikut ke mana-mana, yang akhirnya menyebabkan terjadinya benih2 perselisihan.

  19. Ria Lyzara • 14 years lalu

    terkadang dengan perbedaan itulah kebahagiaan itu ada.. coba aja semua itu sama, seragam, serupa,.. gak ada asyik asyiknya om.. πŸ™‚
    Allah memang Maha Keren telah menciptakan segala perbedaan ini πŸ˜›

    1. MT • 14 years lalu

      Ya, bayangkan jika setiap hari harus seragam dan berbaris. pasti pingsan πŸ˜‰