Bangga Walau Bengak

Pagi itu aku di dalam sebuah angkot menuju terminal. Dua orang penumpang di depanku asyik berbicara. Yang satu membanggakan kehebatan handphone kakaknya yang memiliki fasilitas terkini. Temannya, menjelaskan tentang fungsi blackberry, fasilitas yang membedakannya dengan handset lain, dan tentang provider yang menyediakan paket paling murah. Ia menjelaskan tentang BB milik saudara sepupunya, sambil menggenggam handphone monokrom yang bentuknya seperti ulekan mini, di tangan kirinya.

Aku tersenyum melihat mereka. Bukan tentang handset yang mereka review, tapi soal membanggakan sesuatu yang tak dimilikinya.

Pernah juga tetanggaku bercerita tentang seorang artis cantik yang kini menjadi anggota legislatif. Dengan bangganya ia menceritakan bahwa artis itu satu sekolah dengan saudara sepupunya, walau tidak sekelas. Lalu ia menceritakan segala hal tentang artis tersebut, yang sudah kuketahui dari media massa. Ceritanya baru selesai setelah aku menyampaikan pujian, “Hebat, berarti anda kenal banget sama artis itu ya?”

Temanku yang baru khatam buku Hacking karya S’to, sedang getol-getolnya mempraktikkan ilmu barunya. Ia mencoba melakukan hack pada sebuah komputer milik temanku. Esok harinya, dengan bangga ia menceritakan pengalaman barunya itu di depan teman-teman lainnya. Malam harinya, temanku memberikan nasehat padanya, dengan mematikan semua fungsi networking dan internet pada komputernya dari jarak jauh, agar tak mencari kelinci percobaan lagi.

Begitulah manusia. Kadang membanggakan sesuatu yang tak dimilikinya. Kadang membanggakan sesuatu yang masih menjadi impiannya. Kadang membanggakan suatu hal yang menurut orang lain sangat-sangat biasa. Kebanggaan ini muncul karena ingin dianggap berbeda dan lebih baik dari yang lain. Tak lebih.


Discover more from #blogMT

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

13 responses to “Bangga Walau Bengak”

  1. starwrite

    Hehehe..kenapa gak bangga dengan dirinya aja yah.?

  2. R2G

    kasihan banget……

  3. CR

    biarin aja napa te, paling nggak dia senang dengan kelebihan saudaranya. sebagai penonton, kita nikmati aja ke-norak-an mereka. “sesama benga dilarang saling mendahului” 😀

  4. Novri

    Ya itulah manusia… Makhluk paling sempurna tapi kadang dilalaikan oleh kesempurnaan itu…

  5. achoey

    yayaya sobat
    kadang memang begitu
    tapi semoga saja kita tidak ya 😀

  6. Ocehanburung

    Emang aneh ya manusia…

    termasuk saya juga sih… kadang saya juga ngebanggain yang bukan milik saya… ga tau kenapa, tapi keluar begitu saja…

    salam..

    kita link ya…

  7. anny

    Be your self
    Kata itu keknya musti lebih diselami artinya

  8. yangputri

    Manusia memang seperti itu, pengecualian, aku gak kalee 😀

  9. an9el

    hehhehehe kasian ya

    aku hanya membanggakan orang tua ku 🙂

  10. cyperus

    aku bangga dgn mereka, meski tak berarti tp mereka sedang memiliki hidup..

  11. Julie

    Koq tau istilah “benga ato bengak” pdhl aq kira itu cm ada d mdn

    kan ada bang nagabonar, yang memopulerkan kata bengak itu di endonesya 🙂

  12. easy

    bener sih bang. memang banyak yang seperti itu. eh jangan-jangan aku juga gitu 😀

    semoga ga deh..

    hampir setiap orang pernah begitu. akupun juga 🙂

  13. MT (@mataharitimoer)

    Bangga Walau Benga http://t.co/HlYhiT4JmN