Krutang, Paduan Kerupuk dan Tangkil

Posted on

 

Siapa yang suka banget krupuk? Siapa yang lebih suka emping alias tangkil? Tidak sedikit orang yang diwanti-wanti agar jangan kebanyakan makan emping. Katanya bisa meningkatkan kadar purin yang menyebabkan asam urat. Tapi tetap saja, biasanya orang yang doyan makan emping, sulit dilarang. Ia akan tetap makan dengan satu alasan: doyan.

 

Sebenarnya emping juga punya manfaat. Menurut beberapa artikel kesehatan, emping mlinjo atau tangkil (bahasa Sunda) mengandung antioksidan yang dapat menangkal radikalisme radikal bebas. Searching aja di mayantara, pasti dapat artikelnya. Soalnya saya tak mumpuni bicara kesehatan.

Kembali ke soal emping. Bagi yang tak bisa menahan diri dari emping tapi tak ingin berlebihan mengunyahnya, kini ada Krutang (Krupuk Tangkil). Krutang adalah kerupuk yang ditaburi pecahan emping. Aku menemukannya di sebuah desa di Serang, Provinsi Banten.

Saat bertandang ke desa tersebut, sempat ngobrol dan melihat langsung bagaimana warga setempat membuat tangkil. Dalam sehari, jika cuaca bagus untuk menjemur setiap keluarga pembuat Krutang bisa memproduksi hingga 10.000 keping Krutang.

Bagaimana penjualannya? Rata-rata mereka curhat soal sulitnya memasarkan produk andalan rumahannya itu. Ada juga yang curhat kurangnya modal. Wah, kalau untuk permodalan, kami tak bisa membantu selain menyarankan untuk berkonsultasi dengan Kepala Desa atau Dinas setempat. Biasanya ada program untuk permodalan UMKM (Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah). Kalau soal pemasaran, selain memantapkan penjualan di pasar langsung, kami menyarankan untuk menjual online di banyak marketplace. Bisa juga jualan langsung di media sosial seperti Instagram.

Pembuatan Krutang ternyata gampang-gampang susah. Setelah adonan kerupuk jadi, dicetak dengan cetakan sederhana yang dibikin dari tutup toples sosis, agar ukurannya standar. Lalu ditaburi emping yang berkualitas. Bukan sembarang emping. Jadi ada proses sortir emping, Bagian ini bisa dilihat vlogue obrolan dengan keluarga pembuat Krutang, biar lebih jelas.

Cuaca juga menentukan apakah hari ini bikin Krutang atau tidak. Jika cuaca terik, bagus banget buat jemur Krutang seharian. Jika mendung terus, apa lagi hujan, mending prei (libur). Kualitas Krutang tak akan bagus kalau dipaksa dijemur pada saat mendung. Apa lagi kalau hati ini merasa mendung. Aih, Krutangnya bisa jadi Krutang rasa sedih. #eh

 

Pulang dari “desa Krutang”, kami pun sekadar membuat sedikit gembira dengan membeli sebanyak 5.000 keping Krutang. Buat apa beli banyak banget. Ya, buat membantu menjualkan, dong. Sebungkus Krutang siap goreng berisi 50 keping bisa dibeli seharga 25 ribu perak.

Sampai di rumah, aku dan Ace Pentura memandangi tumpukan Krutang tersebut. “Gile, banyak juga kita beli. Mau dijual ke mana aja, nih?” celetukku. Begitulah, akhirnya aku dan Acep jadi jualan Krutang. Kalo ada teman-teman yang doyan Krupuk dan doyan Tangkil, bisa pesan ke kami. Bisa juga pesan di Instagram @buataneyang atau @ace_pentura. Lho, bukannya Buatan Eyang itu jualan kopi? Ha ha ha, sekarang jualan Krutang jugalah. Limited edition. #bantuteman

8 Replies to “Krutang, Paduan Kerupuk dan Tangkil”

  1. Saya bukan penggemar kerupuk malah lebih gemar sama emping. Pait-pait gimana gitu. Boljug nih nyobain. Titip siapa ye.

Menurutmu?