Kopi Senang di Sorong

Aku tak menduga jika temanku menyangka twitku tentang #KopiSenang adalah bukan tentang kopi. Ia menyangka aku mencari kesenangan sambil ngopi. Maklum saat itu aku sedang ngamen di Sorong, wajar saja jika ia menganggap begitu, sebab ia tak tahu kalau di Sorong ada kopi pabrikan, namanya Kopi Senang.

twit kopisenang

Dua malam di Sorong aku tak menemukan kedai kopi. Dua malam itu padahal aku selalu makan malam di pusat kuliner dekat pelabuhan. Semua masakan berbahan dasar ikan dan hewan laut lainnya, tumplek-blek di pusat kuliner tersebut. Satu yang tak kudapatkan: kedai kopi.

Menurut teman yang mengantarkan ke mana-mana dengan mobilnya, di Sorong memang sulit mencari kedai kopi. “Orang sini tak biasa berkumpul untuk minum kopi. Biasanya minum yang lainnya.”

Aku tak puas, kucari informasi lainnya. Kebetulan pada malam terakhir, aku bertemu dengan seseorang yang enggan diberitahukan identitasnya. Ia adalah kawan lama yang kucari untuk mencari kawan kami lainnya yang tak kunjung jelas nasibnya. Ia memberitahukan, di Sorong ada satu-satunya pabrik kopi, namanya Kopi Senang. Ia memberikan ancer-ancer lokasi pabrik kopi tersebut. Pagi hari sebelum kembali ke Jakarta, akan kusempatkan mencari lokasi gudang pemasakan dan penggilingan Kopi Senang.

Pabrik Pengolahan Kopi Senang di Sorong ~ picthewayitis

17 November 2014, hujan tak berhenti sejak pagi. Siang ini aku akan kembali ke Jakarta tetapi belum kujalani agenda mencari Kopi Senang. Kuminta kawan yang biasa mengantarkanku dengan mobilnya, sama-sama hunting Kopi Senang. Ia jujur mengatakan tak tahu menahu kalau ada pabrik kopi di Sorong. Meskipun begitu, ia berjasa mempercepat pencarian lokasi karena ia mengerti seluk beluk jalan di Sorong. Menembus hujan, memanfaatkan waktu pulang yang hanya tinggal 3 jam lagi ke Bandara, akhirnya kutemukan pabriknya. Sayang sekali tutup. Tetapi aroma kopinya semerbak ke luar. Seorang ibu yang membuka warung rokok tepat di pintu gerbang Pabrik Kopi, memberitahukanku lokasi penjualan kopinya bukan di Pabrik tetapi di jalan pendidikan. Di sanalah, Pak Budi sang pengusaha Kopi Senang menjajakan kopinya. Kami pun meluncur ke sana.

Di Jalan Pendidikan KM. 8, patokannya setelah bertemu masjid di kiri jalan, setelah itu aku sampai ke pusat penjualan Kopi Senang. Tandanya gampang banget. Cari saja bangunan bagus yang bertuliskan SENANG. Itu dia tempat pak Budi Fauzi Tios mengatur perdagangan kopi yang ia perjuangkan sejak 1985. What? Iya, sudah 29 tahun pak Budi menjadi pengusaha kopi di Sorong. Lama nian!

 

Pusat Penjualan Kopi Senang ~ picthewayitis
mumpung bertemu keluarga pengusahanya, Pak Budi, Anak, dan Istrinya, aku pun sempatkan foto bareng. ~ picthewayitis
beberapa jenis Kopi Senang siap dipasarkan ke berbagai kota di Indonesia Timur. Bahkan ada yang ke luar negeri. ~ picthewayitis
ini daftar harga yang berlaku sejak 21 Maret 2014. entah sekarang sudah berubah atau belum semenjak BBM naik ~ picthwayitis

Saat bertemu pak Budi, kuajak ia berbincang tentang pergulatan hidupnya berjualan kopi di Sorong. Ini sangat menarik. Pak Budi membuka bisnis kopi di daerah yang mana tak ada perkebunan kopinya. Tentu tantangannya besar. Ia pun berusaha mencari biji kopi di beberapa daerah. Ia berburu biji kopi berkualitas di tanah Sumatera, Sulawesi, dan Manokwari. Racikan beragam biji kopi kualitas ekspor itulah yang ia mix menjadi Kopi Senang.

Kenapa namanya Kopi Senang? Tanyaku. Bapak yang murah senyum ini mengisahkan sekilas bahwa nama tersebut terinspirasi dari pesan orang tuanya, saat ia dan istrinya mohon restu untuk bisnis kopi di Sorong. “Ya, semoga saja usaha kalian bisa bikin senang!” kenangnya. Nah, nama itulah yang akhirnya dijadikan brand oleh pak Budi.

Sempat kubilang, sejak dua hari lalu aku mencari kedai kopi di Sorong tetapi tak menemukannya. Temanku di Twitter memberitahukan ada kedai kopi Phoenam. Tapi aku mencari yang khas. Aku sudah beberapa kali ke Phoenam. Pak Budi mengarahkan lokasi satu-satunya kedai kopi yang menyeduhkan Kopi Senang miliknya, yaitu Kedai Kopi Anda. “Dekat lampu merah yang tadi kamu mengarah ke Pabrik. Di situ tanya saja sama orang-orang, warung kopi Anda!” Jelasnya.

kucicipi ~ picthwayitis

Kopi Senang. Seperti namanya, menemukannya membuatku senang. Lalu bagaimana dengan rasanya? Dibandingkan dengan kopi sachet yang terkenal di toko-toko, aku lebih menyukai yang 3 in 1. Rasa kopinya tetap dominan walaupun susunya tetap terasa. Kalau untuk yang kopi hitam (hanya kopi dan gula), menurutku nikmatnya masih di bawah Kopi cap Liong Bulan. Nah, kalau kemasan bubuknya, yang isinya hanya kopi saja, itu sangat tergantung dari bagaimana kita menyajikannya. Aku menyukai rasa kopi yang dominan. Asamnya pun sedikit. Sebagai penyuka kopi pahit, tentu aku senang menyeruput Kopi Senang.

Yang tertarik memesan Kopi Senang, langsung saja menghubungi pak Budi. Aku tak sempat jadi perantara atau pun agen. Sila dikontak saja lewat kartu nama yang ia izinkan aku menyebarkannya.

kartunama kopisenang

 

 

 

 

 

 

 

6 comments

Menurutmu?