Betawi Hari Ini, Cara Rakyat Lestarikan Budaya

Art:1 New Museum dikerumuni banyak anak muda, mulai dari generasi millennial sampai post millennials. Mereka terlihat ceria dan menikmati banget rangkaian kegiatan bertagar #BetawiHariIni.

Aku sempat “ngintilin” perjalanan mereka dalam Jelajah Kemayoran, mengunjungi titik-titik menarik dan bersejarah di kawasan Kemayoran, Jakarta. Sekitar 50 orang muda diajak ngider-ngider ke jalan Expo, Jalan Benyamin Sueb, Wisma Atlet, Ketan Susu Kemayoran, Pempek Garuda, Gedung Bandara Lama, Ex Pelni, Basarnas dan Komplek Angkasa Pura.

Usai diajak ngider sama tim Jakarta Good Guide, mereka tiba di Art:1 untuk mengikuti acara lanjutan. Ada tarian khas betawi, diskusi, dan panggung musik betawian jazz.

Diskusinya menarik banget, membahas tren kebaya bagi millennials dan kajian antropologis kebaya encim. Diskusi yang diarahkan Nurdiyansah “@penjelajah_rempah” Dalidjo, memantik pembabaran sejarah kebaya oleh Diyah Wara dan sharing sang duta kebaya Intan Soekotjo. Diskusi menarik dengan waktu sedikit itu akhirnya kami lanjutkan berempat di “smoking area” gedung Art:1. Senang ngobrol sama mereka yang punya passion yang jelas.

Usai diskusi saatnya peserta berbalik arah ke panggung musik. Tinggal geser bangku, atau membalik badan, langsung bisa menyaksikan Mian Tiara melantunkan kegelisahannya.

Usai Mian bernyanyi tanpa jarak dengan para menonton, lanjut ke penampilan Tohpati.

Berbeda dengan konser Betawi Hari Ini yang sebelumnya di Gedung Kesenian Jakarta, konser kali ini penonton bebas jeprat-jepret dan mengunggahnya ke media sosial. Nonton terasa lebih merdeka. Ceile, merdeka. Dijajah ame sape lu?

Sebagai pemungkas acara adalah penampilan full team Lantun Orchestra. Grup kesukaan gue yang bikin bangga karena menjadi satu-satunya grup musik asal Indonesia yang tampil di Seoul Music Week 2018 ini, bikin penonton gembira bernyanyi, menggoyangkan kaki, bahkan berjoged.

Bahagia? Seneng? Gembira? Rata-rata penonton yang kutepok dan kutanya bilang seneng pake banget sama acara Betawi Hari Ini, yang berlangsung sama sekali tanpa bantuan pemerintah, terutama pemda DKI.

Aku salut sama Lantun Orchestra, khususnya Chaka Music Production yang bisa menggelar acara yang –menurut dugaan gue– nggak murah biayanya ini, tanpa bantuan pemerintah. Ini acara rakyat. Seperti biasa, rakyat selalu punya cara sendiri untuk mewujudkan rencananya.

Ngapah romannya pemerentah kagak nyawer, bang?

“Setiap diminta bantuan jawaban mereka selalu ‘maaf mas kita gak bisa bantu’. Nah, yang ‘menggaji’ pemerintah itu kan rakyat, jadi ya aku minta langsung aja sama bosnya.” beber @ChakaPriambudi penggagas grup lantun orchestra dan Betawi Hari ini.

“Kalo lu kepengen ape-ape, tapi kagak berani jalan lantaran boke atawe kagak gableg duit, ya berarti lu kurang bangor. Maen lu kurang jauh!” Sentak Bang Namun dari pojokan colokan setrum.

Ya, apa yang dicablakin bang Namun kejadian sama Betawi Hari Ini. Tanpa bantuan pemerintah, mereka pun sanggup bikin rangkaian acara budaya betawi yang keren dan disukai millennials.

“Berarti Chaka maennya jauh ye bang? Bangor ye, bang?” Tanyaku ke Bang Namun.

Yang ditanya merat (kabur). Ngumpet di jamban kali item.