
Dalam suatu komunitas, ada saja orang yang senang menanggapi suatu kejadian dari sisi negatifnya saja. Mungkin dengan begitu, mereka merasa lebih tahu, bahkan dari orang yang mengalami masalahnya sendiri. Hebatnya lagi, pergunjingan negatif, biasanya lebih cepat menyebar ketimbang obrolan positif. Inilah kecenderungan yang terbangun dalam masyarakat kita.
Nyaris setiap hari, kita dihadapkan pada kecenderungan negatif ini. Mulai dari dalam rumah kita sendiri, saat membuka pagi dengan menonton TV (saya tak anti nyetel TV), kebanyakan isinya makian para petarung kekuasaan, infotainment perceraian, perselingkuhan, kriminalitas, bahkan beragam reality show yang makin merombak standar area privasi. Ini hanya sekedar contoh, betapa pergunjingan negatif menjadi “seolah-olah” hal biasa, yang tak disadari membentuk budaya masyarakat kita.
Contoh kasus, ketika ada seorang teman yang tiba-tiba sanggup membeli “ini-itu”, ada saja teman lain yang menggunjing sambil menggerutu, “dari mana dia punya uang sebanyak itu? Jangan-jangan …. dst, dll….” Jarang sekali ada yang merespons dengan positif, “Alhamdulillah, teman kita berhasil membeli apa yang sudah lama dia inginkan.”
Terbiasa berpikir negatif, membuat hidup menjadi gelap dan melelahkan. Terbiasa merespons positif, bikin hidup terasa terang, ringan, dan menyenangkan.
Indeks Bab & Opini Lainnya
- Onlife Paradox: Dekat di Jari, Jauh di Hati15 Oct 2026 →
- de’Clan: Perang Para Bangsat10 Jul 2026 →
- Algoritma Revolusi11 Jun 2026 →
- GOTHAM: Arkham Moves to City Hall7 Jun 2026 →
- Narasi MBG yang Lebay Abis4 Jun 2026 →
- Teddy vs Dino: Overrated Argumen3 Jun 2026 →
- Server Libur Beli Seblak24 May 2026 →
- Lelah Lihat Konten UMKM Pakai AI18 May 2026 →