
Minum saja air yang diberikan-Nya, tanpa meminta air yang kita inginkan. Kitalah yang selalu dahaga, sedang IA selalu memberi sesuai dengan keinginan-Nya, bukan keinginan kita…
Sikap seseorang dibentuk oleh definisinya terhadap dirinya sendiri. Hanyut dalam arus dan pusaran yang berpusat pada dirinya sendiri.
Tak akan ada teman yang berani mengulurkan tangan, jika yang hanyut amat menikmati gelombang yang menggulung jiwanya, jika yang bersedih masih dirasuki kebencian, jika yang menangis enggan membebaskan diri dari penjara dendam.
Kesejatian bukan seperti yang kita impikan. Kesejatian tak bernama. Kesejatian adalah kuasa-Nya. Kesejatian terasa ketika mata terpaut pada gerimis, pada hijaunya bumi, pada serabutan awan, pada kerlipan bintang, pada kepasrahan semesta raya, dan menjadi titik terkecil dalam harmoni kesemestaan.
Banyak orang lalu lalang dalam kehidupan.
Tak satupun terinspirasi oleh persliweran.
Inspirasi diserap, bukan tercurah.
menyerap dari yang terhampar.
Duniaku duniamu dunia dia dunia kita.
Jiwaku jiwamu jiwa dia jiwa kita.
Malamku malammu malam dia malam kita.
Cintaku cintamu cinta dia cinta kita.
Hariku harimu hari dia hari kita.
Catatan ini melengkapi hariku 14 Juni 2009.
*Berkurang satu per satu jatah hidupku…
*Maafkan atas segalaku…
MT @ Bantarkemang di akhir malam
Indeks Bab & Opini Lainnya
- Bu, plis, Bu!1 mnt →
- Ngeblog di Era Feodalisme Algoritma5 mnt →
- Membuang Diri5 mnt →
- Onlife Paradox: Dekat di Jari, Jauh di Hati9 mnt →
- Memilih Gila Biar Selamat7 mnt →
- Mbah Bukan Begal6 mnt →
- Buruh jadi Menteri6 mnt →
- Sugiran dan Kursinya7 mnt →
Ruang Diskusi Pembaca (1)
Berikan tanggapan secara langsung tanpa perlu login. Demi menjaga kualitas diskusi, pengiriman tautan/link tidak diizinkan.
Selamat.Menambah.Usia