Bu, plis, Bu!

⏱ Estimasi waktu membaca: 1 menit

Angkot yang kutumpangi berhenti di depan Indomaret. Empat orang anak sekolah bergegas mau turun tetapi sekelompok ibu-ibu terburu-buru mau naik. Mandeg di antara pintu.

“Bu, kasih jalan dulu buat yg mau turun!” tanggapku dan juga beberapa penumpang lainnya.

Mereka tak bergeming. Memasang raut wajah marah. Tak berkata-kata hanya menatap anak-anak sekolah yang merekatkan telapaknya ke sisi atas angkot karena menunduk di depan pintu keluar. Tidak berdiri dan tidak meruku apalagi duduk.

“Bu, plis, bu!” pinta penumpang yang duduk di sebelah mesin tap.

“Bu, kalau anak-anak ini nggak bisa turun, ibu juga gak bakal bisa naek. kan penuh. kagak bisa duduk juga.” Pak Sopir mengultimatum.

Barulah mereka bergerak mundur hingga anak-anak sekolah bisa turun. Digantikan oleh mereka yang duduk di depanku, berdesakan dan sambil melanjutkan obrolan sirkel mereka cekikikan.

Pagi yang seru dan karenanya saya dapat ide menulis cerita itu. Terima kasih buibu!

πŸ“– Lanjut Membaca Tanpa ke Beranda

Indeks Bab & Opini Lainnya

Ruang Diskusi Pembaca (0)

Berikan tanggapan secara langsung tanpa perlu login. Demi menjaga kualitas diskusi, pengiriman tautan/link tidak diizinkan.

πŸ›‘οΈ Tanpa Login & Anti-Link
Langsung tayang & dapat dibalas pembaca lain.

Belum ada tanggapan pada opini ini. Jadilah pembaca pertama yang memulai diskusi!