Waze Buat Mainan

  Screenshot_2014-07-21-08-58-25Apa yang pertamakali teman-teman pikirkan ketika mau bepergian, terutama ketika membawa kendaraan sendiri? Biasanya teman-temanku memikirkan situasi lalu-lintas. Mana jalur yang macet dan mana yang relatif lebih lancar. Aku pun begitu. Apa lagi kalau harus pergi ke beberapa lokasi di Jakarta. Tahu sendirilah bagaimana situasi Jakarta. Kemacetan sudah menjadi bagian sehari-hari.

Pekerjaanku kadang menuntut sering jalan antar kota. Kadang ada lokasi yang sudah kuhafal lalu-lintasnya, kadang sama sekali masih buta. Kalau sudah begini yang kuingat adalah DORA, Eh PETA!

Dari banyak aplikasi peta yang tersedia di GooglePlay, aku lebih menyukai Waze. Selain membantu mengarahkan ke lokasi yang belum kuketahui, Waze juga asyik untuk mengetahui jalur mana saja yang macet. Bukan cuma itu. Karena berbasis pengguna media sosial, kita bisa mendapatkan informasi yang disebarkan oleh teman-teman yang juga sedang dalam perjalanan. Misalnya mengetahui ada kecelakaan di jalan, ada polisi di tikungan, polisinya kelihatan atau bersembunyi, ada perbaikan jalan, jalan buntu, dan jalan menuju hatimu. Informasi yang berbasis sesama pengguna inilah yang –menurutku– membuat Waze banyak digemari orang.

Waktu tugas di Bali bersama temanku. Kami menyewa mobil di Bandara Ngurah Rai. Dari sana kami langsung menyalakan Waze menuju tempat pertemuan di Sanur Beach sekaligus menuju lokasi kegiatan di BNDCC Nusa Dua. Waze memberikan beberapa alternatif jalur yang dapat kami tentukan sendiri, mau lewat mana. Kadang Waze memberikan jalur yang jauh dari biasanya. Kita juga harus mengandalkan intuisi pengendara. Kalau kita tidak melalui jalur yang dinavigasikan, dengan mengandalkan GPS di gadget Waze akan mencocokkan ulang jalur baru yang bisa kita ikuti.

Tetapi di luar urusan pekerjaan, rupanya ada keasyikan tersendiri saat memakai Waze bareng teman-teman. Aku bisa bermain salip-salipan poin. Dalam setiap perjalanan, Waze memberikan poin kepada penggunanya. Apalagi jika kita rajin memberi informasi selama perjalanan. Misalnya memberitahu ada kemacetan, ada kecelakaan, dan sebagaimana menu report pada sebelah kanan interface Waze, maka 6 poin kita raih saat itu juga.

Screenshot_2014-07-19-22-29-19Nah, yang menjadi tambah seru adalah, seperti yang kami lakukan dengan teman-teman dekat. Siapa yang bisa menyalip atau melewati poin salah seorang teman, maka yang terlewati harus mentraktir makanan. Minimal nasi goreng. Seru, kan!

Aku sudah mendapatkan Nasi goreng dari Frenavit karena menyalip dia saat poin-ku masih 2.400 sedangkan dia 3.500. Dalam 4 hari aku berhasil menyalip Frenavit. Kini poinku 6.029. Aku harus terus meningkatkan poin atau mentraktir teman-temanku yang ikutan main salip-salipan, yang pasti kepingin menyalipku. Siapa lagi yang mau ikutan main salip-salipan Waze?

Main Waze melulu, apa nggak habis kuota paket internet? Nggak jugalah. Namanya juga senang-senang sesama teman. Lagi pula banyak juga koq yang menghabiskan kuota internet untuk main game, nonton youtube, soundcloud, dan lainnya. Eh tapi ngomongin kuota, ada informasi bagus nih dari IM3. Buat yang sudah pakai IM3 atau pun yang baru membeli perdana IM3 Play 24 Jam, per 18 Juni 2014 bisa mendapatkan akses gratis sebulan beragam media sosial dan tentunya plus Waze. Nah, yang mau ikut main “game” salip-salipan, boleh tuh pake IM3 Play 24 Jam. Info detail sila baca di Indosat IM3.

Jadi, jangan cuma pakai Waze buat kerja, dong. Pakai jugalah buat mainan. Rileks dikitlah, terutama bagi kamu yang kurang piknik selama copras-capres kemarin.

5 thoughts on “Waze Buat Mainan

Menurutmu?

%d bloggers like this: