Pendidikan dan Akal Budi

 

Pendidikan tinggi memang baik. Menuntut ilmu hingga ke puncak keilmuan tertinggi pun sangat baik dilakukan, akan tetapi bukan berarti orang yang berpendidikan rendah tak bisa melakukan kebaikan dan kebermanfaatan. terutama manfaat buat orang banyak.

Begitu pula, orang berpendidikan tinggi juga ada yang tak sanggup melakukan kebaikan, justru melakukan berbagai keburukan dan merugikan orang banyak. Para koruptor rata-rata adalah mereka yang berpendidikan dan berkelas sosial tinggi. Terhadap mereka yang begini, pendidikan yang dibeli mahal, tak selaras dengan akal budi dan budi pekerti.

Aku coba membandingkan para koruptor dengan tukang kue putu keliling yang pernah kutulis dalam bukuku, Guru Kehidupan. Ia cuma berpendidikan dasar. Cuma jebolan SD tetapi tak mau melakukan sesuatu yang bertentangan dengan akal budi. Ia tak mau curang dalam berdagang, misalnya mengurangi takaran, mengurangi jumlah pesanan jika dapat pesanan bejibun. Ia pantang mengambil jalan pintas demi mengumpulkan kekayaan.

Satu pertanyaanku. Apakah pendidikan formal memang tak ditujukan untuk memperbaiki akal budi dan budi pekerti? Pertanyaan ini terkesan dikotomis, memang. Akan tetapi sejauh pengamatanku, faktanya memang demikian. Lihat saja contohnya Anggota Legislatif yang incar-incaran proyek. Lihat pula daftar koruptor yang diperiksa KPK. Ketahui tingkat pendidikannya..

Menurutmu?

 

Posted from WordPress for Android

9 thoughts on “Pendidikan dan Akal Budi

  1. Masing-masing orang punya core personality. Mau pendidikan setinggi apa pun, jika core personality-nya negatif ya tetap saja berperilaku buruk. Menurutku sih.

    1. jadi tergantung pengaruh lingkungan dong. sebab core personality dipengaruhi juga oleh lingkungan yang membentuknya. gitu gak sih?

  2. sebenernya gak ngaruh juga om berpendidikan tinggu, dari segi keilmuan sih iyaa, dia ngerasa paling lebih tau, tapi secara prakteknya, kadang tidak semua yang berpendidikan tinggi tau prakteknya, secara teoritis doaang….dan itu banyak ky gt…

    contoh disekolahku ada guru tata boga, secara keilmuan dia pasti jago masak, jago tata hidang, ternyata ketika dia disuruh masak…yaa gt deh..diabnding ada seroang sitri OB di sekoalh juga..malah dia lebih enak lebih jago masaknya..hanya dapet skil dari pengalaman dia yg punya…so….gak ngaruh

    1. keterampilan dari pengalaman lebih mengasah kualitas ya ketimbang pengalaman bersekolah tinggi?

  3. ada yang berpendidikan rendah jujur, ada juga yang jadi maling
    ada yang berpendidikan tinggi jujur, ada juga yang jadi maling

  4. makin miris lagi sama salahsatu kampus di Bandung kang, ngasih kuliah S2 untuk terpidana korupsi yang mangkal di LP Sukamiskin, menurut saya itu keculasan lembaga malah.

    Sebuah lembaga aja bisa “melacurkan” diri apalagi orang yang berpendidikan tinggi hanya untuk mengejar prestige bukan prestasi yang baik

Menurutmu?

%d bloggers like this: