Mencoba Sabun Cewek

Orang yang sering beraktifitas di luar ruang, terkena pancaran sinar matahari, polusi di jalan, dan sering mendekam dalam ruang ber-AC, biasanya akan mengalami kulit yang cenderung kering dan sensitif. Kalau laki-laki biasanya nggak terlalu dipusingkan dengan urusan itu. Berbeda dengan perempuan, yang amat peduli dalam memelihara kesehatan dan kecantikannya. Karena kepedulian seperti itu merupakan cara perempuan dalam mengapresiasikan dirinya sendiri.

Banyak cara untuk mengapresiasikan diri dalam bentuk menjaga kesehatan dan kecantikan. Ada yang rutin facial ke salon kecantikan, ada juga yang mencoba berbagai produk yang khasiatnya telah mendapatkan testimoni dari teman-teman dekat. Yang paling lazim terjadi adalah dalam memilih sabun. 

Banyak sabun bermerek yang menawarkan khasiat ampuh dalam menjaga kecantikan dan kelembaban kulit, terutama kulit wajah. Biasanya kaum perempuan suka berbagi pengalaman antar sesamanya tentang hal itu. Yang pernah memakai sabun tertentu, akan menceritakan pengalamannya kepada teman sekantor, sekampus, maupun selingkungan aktifitas lainnya. Coba-coba tak ada salahnya, asal sudah ada bukti.

Tetapi ada juga perempuan yang cukup percaya dengan iklan yang ia baca di media massa saja. Cetak maupun elektronik. Baginya, bintang iklan yang menjadi model sebuah produk tak mungkin mau berpromosi jika sebelumnya tak mencoba. Namun jika dibandingkan antara iklan dengan testimoni pemakai yang dikenal, aku yakin akan lebih banyak orang yang percaya pada testimoni ketimbang iklan. Ungkapan teman akan lebih mudah dinilai obyektifitasnya karena setiap hari bisa diperhatikan dan dilihat perkembangannya.

Pernah suatu ketika temanku menyarankan untuk memakai produk pembersih wajah bagi lelaki yang kulitnya cenderung berminyak. Sebelum aku turuti sarannya, aku perhatikan dulu beberapa hari. Jika ternyata ia mengaku memakai tetapi tak ada perubahan dalam seminggu atau sebulan, nggak mungkin aku mau memakai produk yang direkomendasikannya. Lha, ia sendiri aja masih jadi sumber minyak wajah, masa aku harus mempercayai testimoninya.

Begitu juga dengan sabun. Beberapa kali aku berganti merk sabun, dari sabun warungan yang harganya duaribuan, sampai sabun yang dipasarkan melalui Multilevel Marketing (MLM), yang harga perbatangnya bisa mencapai duapuluhlimaribuan. Hasilnya ada yang biasa saja, ada juga yang cocok. Yang mengecewakan sejauh ini belum kualami. Tapi seperti yang kubilang di atas, biasanya aku tanya dulu bagaimana pengalaman teman-teman sebelum aku memakainya. Walaupun akhirnya kita sendirilah yang menentukan pilihan.

Seperti sabun Oilum yang kini ada di mejaku. Sabun ini kudapatkan dari teman yang mengikuti konferensi pers di Birdcage, Jakarta (13/9). Sudah beberapa hari sejak kuterima, belum juga kupakai sabun tersebut, dengan satu alasan simpel: Mau tahu dulu testimoni temanku. Sebenarnya testimoni Dona Agnesia yang menjadi Brand Ambassador Sabun Oilum, Produk Galenium Pharmasia Laboratories, bisa dibilang cukup representatif. Aku percaya ia tak akan sembarangan memberikan testimoni karena menyangkut reputasinya sebagai artis. 

Akhirnya, setelah membaca lebih banyak informasi tentang keunggulan Sabun Kolagen ini dari situsnya, dari testimoni teman-teman, aku pakai juga deh.

Lho, lu kan cowok, Te?!

Lho, Emang kenapa? Gak masalah kan cowok pakai produk buat cewek. Asalkan cocok, kenapa nggak. Lagi pula tak ada ketentuan khusus dari produsen bahwa sabun ini terlarang buat cowok. Nggak sedikit juga koq cowok yang pakai produk buat cewek. Tak ada dampak yang membahayakan. Apalagi membuat sang cowok berubah menjadi kecewek-cewekan. 😀

 

 

2 thoughts on “Mencoba Sabun Cewek

Menurutmu?

%d bloggers like this: