Konsistensi Menulis

Tidak sedikit teman-teman yang bertanya bagaimana caranya agar blog kita selalu ter-update. Pertanyaan itupun terlontar saat aku menjadi tamu pada acara talkshow Goodreads Indonesia di Radio Pelita Kasih, Cawang, Jakarta. Siaran yang dipandu oleh Ch. Harry Krisnanto dan teman2 GRI berlangsung pada dari jam 7 sampai jam 8 pagi.

Merangkum obrolan di studio RPK yang seru itu, berikut kesimpulanku tentang bagaimana cara agar blog kita tetap update.

Intinya adalah menjaga konsistensi kita dalam menulis. Menulis tak harus dipersepsikan harus dalam sebentuk buku atau artikel di media massa. Blog merupakan media yang amat personal untuk menuangkan gagasan kita. Namun tidak sedikit juga orang yang merasa kehabisan ide untuk menulis di blog. Nah, cara yang biasa kulakukan adalah :

  • Menuliskan apa yang kita alami.
    Apa yang kita alami lebih mudah dituliskan ketimbang menulis hal-hal yang tidak kita alami. Apalagi menulis sesuatu yang sebenarnya tak kita kuasai ilmunya. Aku tak pernah menulis tentang dunia saham karena akan sangat tersiksa menulisnya. Kenapa? Karena aku tak mengerti tentang seluk beluk dunia saham. Karena itu aku kerap menulis apa yang kulihat, kualami, dan kugelisahkan. Realitas yang bersliweran dalam kehidupan kita dapat menumbuhkan ide menulis.
  • Status di jejaring sosial
    Banyak ide yang bisa memicu kita untuk menulis. Salah satunya adalah dari status kita maupun teman-teman di facebook atau cuap-cuap teman di twitter. Jejaring sosial yang biasanya ditulis dengan singkat itu sebenarnya bisa dikembangkan menjadi artikel utuh di blog. Wajar saja jika salah seorang rekan dari goodreads indonesia, Indri Juwono (yang ikut mewawancaraiku dalam talkshow tersebut) menyatakan tak bisa menikmati kultwit karena cenderung terpotong-potong dan menjadi tidak efektif. Ia lebih suka membaca tulisan utuh, seperti di blog.
  • Blogwalking
    Tulisan teman-teman kita di blognya juga bisa menjadi ide untuk menulis. Bisa jadi kita sepaham dengan tulisan teman, lalu kita menuliskannya kembali dengan tambahan pemikiran asli kita sendiri. Atau bisa jadi kita tidak sepaham dan ini merupakan pemicu positif untuk menulis persepsi kita pada blog kita sendiri. Karena itu, mengunjungi blog teman (istilahnya blogwalking) merupakan cara bagi mereka yang merasa sering kehabisan ide untuk menulis.
  • Komentar
    Sebuah tulisan pada kolom komentar di blog kita maupun di blog teman-teman juga bisa memicu ide kreatif kita dalam menulis. Karena itu sebagai penulis blog, disarankan untuk tetap rajin membaca, termasuk membaca rentetan komentar yang bisa kita lanjutkan menjadi tulisan yang runtut di blog kita.
  • Komunitas
    Keberadaan komunitas itu penting juga buat menjaga konsistensi menulis. Dalam setiap komunitas, ada saja topik-topik yang didiskusikan. Meskipun sudah dibahas pada milis maupun forum diskusi, tak ada salahnya jika kita tulis kembali pada blog kita. Seperti sebuah rangkuman diskusi.
  • Ngobrol
    Siapa sih yang nggak pernah ngobrol sama manusia lain? Nah, obrolan apapun, serius ataupun bercanda, sebenarnya bisa kita tulis di blog. Bahkan ini yang sering saya lakukan untuk mempertahankan konsistensi ngeblog.
  • Job review
    Ini yang menarik bagi beberapa blogger. Mendaftarkan blog kita pada agen blogreview juga pilihan lain agar kita tetap konsisten menulis. Bedanya, jika opsi di atas sangat personal dan bebas kita tuliskan, pada job review, kita dituntut menulis sesuai dengan permintaan advertiser. Memang bagi beberapa blogger, job review rada berat dilakukan, tetapi dalam konteks menjaga konsistensi menulis, kupikir tak ada salahnya dilakukan.

Demikian cara saya dalam menjaga konsistensi menulis. Bisa jadi teman-teman punya cara lain? Silakan share di sini. Terima kasih. Jabat Erat!

7 thoughts on “Konsistensi Menulis

Leave a Reply to Presiden Cancel reply

%d bloggers like this: