Kecamatan NII di Sumbar

Ketidakyakinanku tentang Anggota NII (Negara Islam Indonesia) yang ditangkap di Sumatera Barat mau kudeta, terbukti. Apa buktinya? Pejabat Densus yang menyatakannya.

Pada video yang aku buat, di situ aku sampaikan, NII selalu gagal membangun negara Islam.

Ditangkapnya 16 orang NII di Sumatera Barat karena mau menggulingkan pemerintahan memicu polemik. Mana mungkin melakukan kudeta bermodal golok. Soal golok ini kuanggap sebagai lelucon dari hal serius lainnya yang belum terungkap. Ya, gak mungkinlah Densus 88 asal jeplak aja. Boleh jadi ada bukti lain yang masih didalami penelitiannya.

Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar menuturkan bahwa kelompok ini mencoba mengacaukan negara seperti yang terjadi masa masa Orde Baru tahun 1998.

CNN Indonesia

Jadi ada dokumen notulen yang juga menjadi barbuk. Dari notulen tersebutlah Densus 88 menyimpulkan bahwa kelompok NII itu mau menggulingkan pemerintah dengan cara memicu kekacauan seperti kerusuhan 1998 di mana Soeharto dilengserkan.

Kita tahu NII banyak banget variannya. Varian virus Corona yang mengacaukan dunia masih kalah banyak, dibandingkan dengan NII. Lalu varian yang manakah NII yang ditangkap kemarin?

Apa yang dikatakan Pak Aswin Siregar meyakinku tentang varian (baca: faksi) NII mana yang disangka mau kudeta.

Menurutnya, jaringan teroris NII ini kerap melakukan perekrutan dari tingkat pusat ke tingkat di daerah. Ia menggambarkan bahwa sel-sel jaringan teroris yang ditangkap di Sumatera Barat sebagai kelompok ‘Kecamatan’ di NII.

Kombes Aswin Siregar via CNN Indonesia

Kata kunci yang perlu di-bold adalah “KECAMATAN“.

Bukan rahasia lagi, hanya satu faksi NII yang populer menerapkan struktur organisasinya seperti struktur pemerintahan yang lazim. Ada Provinsi, Kabupaten/Kota, hingga Kecamatan. NII tersebut populer disebut NII KWIX yang punya “Mekkah” atau pusat pemerintahan di Pesantren Az-Zaytun, Indramayu.

KWIX dibaca bukan “Kwiks” salah satu ponakan Donald Duck, tapi dibaca “Komandemen Wilayah ke-9”, sebuah zona yang dipimpin oleh Abu Toto alias Panji Gumilang.

Tentang NII KWIX atau Panji Gumilang ini gampang banget kalau netizen mau googling. Aku malas menjelaskannya di sini. Intinya keyword ini semakin meyakinkan bahwa rencana mereka menggulingkan pemerintahan Jokowi cuma isapan jempol belaka. Jempol siapa? Jempol Panji Gumilang, maybe.

#fyiaja, NII Pimpinan Panjigum adalah faksi yang diragukan seyakin-yakinnya oleh siapapun, termasuk puluhan faksi NII yang lain. Apa yang diragukan? Ya, diragukan tujuannya untuk mendirikan Negara Islam. Kelompok sempalan NII ini cuma punya satu tujuan: CUAN!

Prestasi terbesar kelompok NII ini adalah membangun pesantren yang diklaim sebagai yang terbesar di Asia Tenggara dan kemampuan mereka fund raising dari para politikus dari pemerintahan Republik Indonesia.

Kenapa politikus ke sana? Apa jadi anggota NII? Nggak yakin, sih. Yang yakin, mereka ke sana cuma nyumbang duit kepada pesantren yang santri dan jamaahnya bejibun dan penting buat perhitungan suara dalam politik.

Jadi begitulah. Tak perlu khawatir NII yang kayak gitu mau menganti NKRI menjadi Negara Islam. Why? Sebab visi dan misi jihad mereka memang bukan negara melainkan cuan.

Lalu bagaimana dengan faksi NII yang lain? Soal ini, ada di videoku di atas.

Menurutmu?

%d bloggers like this: