Perempuan Desa

Masih pagi. Aku berjalan kaki menelusuri jalan di sebuah desa. Bertemu dengan beberapa perempuan yang sedang berbicang di depan sebuah rumah. Yang satu jualan jamu gendong. Satu lagi jajanan sarapan pagi seperti lopis, tiwul, dan aneka macamnya. Ada juga yang jualan kerupuk.

Tiwulnya enak juga. Lopis juga enak. Makan lopis dan tiwul, tiba-tiba terbersit ungkapan, “love is beatiful” sebuah kenyarisan dari lop is tiwul, ha ha ha….

Lopis khas kedu, gulanya tak banyak
Tiwul, penganan manis dari singkong dan gula jawa dengan taburan kelapa parut

Seorang ibu yang lebih tua berbincang dengan ketiga perempuan yang mampir di depan rumahnya. Mereka saling menyapa dan berbincang tentang suatu apa. Saat berpamitan sang ibu seperti mengucapkan doa dan harapan. Aku senang menyaksikan keramahan warga desa di Kedu, di Temanggung ini. 

Menurutku mereka perempuan yang hebat. Sejak pagi buta menjajakan dagangannya keliling desa hingga ke pasar tradisional. Mencari nafkah sebagai penghidupan keluarga. Mungkin suaminya bekerja di kantor, atau mungkin di tempat usahanya. Mungkin juga suami mereka sedang bekerja di sawah. Kulihat ada salah satu yang berbincang dengan (mungkin) suaminya di sawah, tepat di sebelah jalan itu. Benar atau tidak tak perlu dibahas. Maklum itu hanya dugaan berdasarkan inderaku yang tentu punya keterbatasan.

Menurutmu?

Back to Top
%d bloggers like this: