Memimpin tak Membuatmu Terhormat

Ketika mendapatkan amanat menjadi pemimpin bukan berarti kamu otomatis menjadi orang terhormat. Jabatan memimpin tim, departemen, bahkan komplotan sekalipun memang memberikan posisi yang berbeda dengan yang dipimpin. Tapi sadari, sebenarnya cuma “beda sedikit” saja. Terutama jika yang kamu pimpin adalah tim kerja. Lebih-lebih jika yang kamu pimpin itu tim sepakbola, misalnya. 

Sebagai kapten, bedamu adalah menjaga kekompakan tim, bukan menguasai mereka. Di lapangan, peranmu dan anggota tim lainnya sama pentingnya. Kalau sekali saja kamu anggap kiper nggak penting, lalu ia males nangkep bola… Pikir lagi deh kalau kamu merasa harus dihormati hanya karena jadi kapten.

Kehormatan pemimpin tak ditentukan oleh label jabatan yang tertera di kartu nama. Kehormatan tumbuh secara alami karena sikapmu dalam berinteraksi. Kehormatan tidak bisa dipaksakan. Cobalah kamu paksa anak buahmu agar menghormatimu. Sulitkan hidup mereka jika kamu merasa tak dihormati. Lalu, tunggu pembalasan dendam mereka di saat kamu makin besar kepala. 

Jadi brader. Please jangan ubah perangaimu menjadi memuakkan hanya karena kamu mendapat “kepercayaan” memimpin. Sengaja aku kasih tanda petik sebab kepercayaan itu sejatinya adalah ujian dari pemberinya untuk melihat tumbuhkah kedewasaan dan kebijaksanaanmu, bukan untuk membuatmu menjadi arogan. 

Jika kamu bisa merendahkan hati dalam memimpin, kamu bisa memimpin tanpa lelah. Sebuah catatan usang kutulis soal itu, Memimpin Tanpan Lelah

Ingat sekali lagi, ya. Jangan rusak pertemananmu yang selama ini baik, menjadi gerah dan berjarak hanya karena peran. Peran memang beda, tapi kehormatan tak ditentukan oleh itu.

9 Responses

  1. Wah singkat tapi dalem ini.
    Ei suka nonton serial tv luar yang rata2 mempertontonkan how teamwork does. Banyak belajar dari film sejenis gimana kerjasama dalam tim, gimana jadi leader yg akrab dengan tim, tapi tetap humanis dan disegani.

  2. Ini ditulis karena sedang bermasalah dengan seorang pemimpin atau bagaimana? Iya, aku pernah beberapa kali keluar kerja gara2 pemimpinnya bossy. Dia mikir kita punya “hutang” karena tiap bulan dia gaji. Padahal tanpa anak buah, programnya ga jalan.

  3. Makjleb kang. Waktu kuliah malah pernah dapet ada yang menggebu-gebu jadi pemimpin tapi abis itu malah lepas tanggung jawab. Tapi pemimpin yang humble emang lebih disegani sih dibanding yang sok sangar hihi.

Menurutmu?

Back to Top
%d bloggers like this: