Kamu Meninggal Setahun yang Lalu

Hari ini setahun lalu, aku berangkat dari Bogor menuju Tebet Jakarta. Setibanya sampai tempat kerja, kubaca pesan di Whatsapp. Aku langsung kembali menuju Bogor. Seorang yang sangat berjasa dalam proyek film #lenteramaya, wafat. Ia meninggal beberapa jam setelah menyelesaikan editing film tersebut untuk ditayangkan pertamakalinya di Jakarta.

Berduka saat itu. Aku hanya bisa mengunjungi kuburnya. Tak sempat kami ngopi sebagaimana yang kami rencanakan, apabila film selesai.

Teringat saat kami merencanakan wawancara untuk salah satu narasumber film itu. Sebuah perencanaan yang santai, sambil menyeruput kopi di trotoar depan Stasiun Cikini. Teringat ketegangannya saat mengejar pesawat menuju Makassar untuk lanjut ke Bantaeng. Teringat bagaimana tawanya saat ternyata pesawat yang seharusnya kami tumpangi bersama, berangkat. Tapi ia tetap menyusulku dengan pesawat lainnya. Kontek-kontekan tak berhenti hingga kami bertemu juga di Bantaeng. Ah, sebuah perjalanan yang mengesankan untuk sebuah karya film yang kamu selesaikan sampai kamu pun selesai.

Edith Susanto. Aku memanggilnya Bang Edith. Seorang pekerja film yang penuh rencana bagus. Sabar banget kalau sedang mengajarkan siapa saja yang bertanya padanya soal film dan fotografi. Teman-temanku yang kerja bareng dengannya saat di Bantaeng, semua punya kesan positif dan bangga bisa berteman dengan Bang Edith.

Bang Edith ngerti banget kalo aku takut ketinggian. Saat syuting di atas batu, di Bukit Montea…

“Di sini bagus. Kita mau sekalian ambil gambar di belakang sana. Keren banget. Bang MT duduk di batu sini. Nanti Ikang ambil gambar di situ!” ia mengatur kami. Ikang sih oke aja.

“Bang, gue ngeri bang! ntar kalo gue ngomongnya ketakutan gimana?” Tawarku dengan harapan bisa pindah lokasi.

“Gue udah keliling, cuma di sini yang bagus. Tenang aja, gak bakal jatuh! Kalo pun jatuh juga gak langsung ke jalan sana. pasti ke pinggiran batu ini dulu. banyak taneman. ntar gue tangkep.” Edith emang gokil ih. Aku pun menuruti apa yang ia rencanakan. Tiga kali ambil gambar di lokasi situ. Yang pertama gagal karena aku masih gemetaran. Takut jatuhlah. Ini tinggi banget bray!

Kelar dari situ kami jalan-jalan ke sekitar Bantaeng. Mencari gambar yang bagus buat stock shoot dan syuting ulang untuk beberapa hal yang menurutnya kurang bagus untuk dijahit untuk film.

Ah, Bang Edith. orang baik, sederhana, nggak sombong dan nggak pelit ilmu. Sayang sekali harus kehilanganmu secepat itu. Setahun kini. Kerja dan keberadaanmu amat dibanggakan oleh teman-temanmu di Watchdoc. Kamu emang asyik, Bang!

2 Responses

Menurutmu?

Back to Top
%d bloggers like this: