Status Facebook berupa sajak yang kutulis 15 Februari 2014 ini menuai dugaan dari teman-teman dekat. Katanya sajak ini ditujukan untuk Calon Presiden dari kalangan Militer. Satu nama disebut. Tapi tak kuiyakan. Cukup tersenyum saja. Ada juga temanku yang mengingatkan, “hati-hati kalau menulis. Nanti ada yang tak suka. Kalau melaporkan berdasarkan UU ITE Pasal 27 Ayat 3 masih mending, kalau diculik lalu dihilangkan, piye?”

Perihal buat siapa sajak ini, teman-teman bebas menduga. Aku cukup mengungkapkan apa yang kupikirkan lewat tulisan. Tak akan kujelaskan benar atau salah dugaan mereka. Lalu bagaimana kalau aku dimatikan? Aku sudah lama mati sebelum datangnya kematian yang ditakutkan para Kutu Kupret.

Lalu kenapa kuposting di blog ini?