Category: Cicipi Kopi

Obrolan Asbak dan Cangkir Kopi

Kedai kopi tempat berkumpulnya muda-mudi, pebisnis, perajin, pemalas, periang dan penyendiri, menyisakan sebuah asbak dan cangkir di meja paling sudut dan paling sepi. Sudut yang biasa dipesan oleh mereka yang lebih suka ke kedai kopi untuk menyepi, menyendiri, tanpa perbincangan baik dengan orang di meja sebelahnya maupun dengan orang lain melalui smartphonenya. Di ujung malam, […]

Kopi Senang di Sorong

Aku tak menduga jika temanku menyangka twitku tentang #KopiSenang adalah bukan tentang kopi. Ia menyangka aku mencari kesenangan sambil ngopi. Maklum saat itu aku sedang ngamen di Sorong, wajar saja jika ia menganggap begitu, sebab ia tak tahu kalau di Sorong ada kopi pabrikan, namanya Kopi Senang.

Wilt U heerlijke Koffie Drinken?

Kudapatkan kopi itu sebagai cinderamata dari Ibuku tercinta. Pertama kali melihat kemasannya, aku langsung terpaku pada tulisan bahasa belanda dengan terjemah dalam bahasa tempo doeloe : Wilt U heerlijke Koffie drinken? Aroma en smaak blij-ven goed, indien U de-Koffie van de zak direct in een gesloten stopfles of blik overplaast. niet in de zak laten […]

Kopi Suku Amungme Papua

Paket Kopi Amungme Gold dari Nemangkawi Papua sudah sampai. Belum langsung kubuka karena masih menikmati kopi lain yang lebih dulu masuk dapur Cicipi Kopi. Sebagaimana keterangan yang tertulis pada bungkusnya yang terkesan eksklusif, kopi ini merupakan salah satu upaya pemberdayaan Suku Amungme yang mandiri di daerah terpencil namun memiliki penjualan kopi kelas dunia. Kopi ini […]

Menilai Kopi Cap Piala

Cicipi Kopi adalah salah satu kegiatan isengku dalam ngeblog. Sejak blog terdahulu (di blogdetik) aku sudah mengulas beberapa merk kopi. Kebiasan tersebut membuatku banyak mendapatkan kiriman kopi untuk diulas, bahkan tidak jarang kubandingkan dengan merk lain. Di blog ini, aku kembali menghidupkan kebiasaan baik ini dengan kategori Cicipi Kopi. Bagaimana, sih caraku menilai? Sering kali […]

Rahasia Nikmatnya Kopi Khas Bogor

Menyeruput kopi khas bogor, Liong Bulan sudah menjadi kebiasaan sejak aku tinggal di Kota Hujan ini. Aku pernah membandingkannya dengan kopi lain, yang juga pernah kutulis di sebuah blog lainnya. Kopi Luwak, Kopi Bali, Kopi Aroma, Kopi Aceh, sudah kusandingkan dengan secangkir kopi khas bogor ini. Hasilnya, Liong Bulan tetap jadi pilihan.¬† Kenapa bisa begitu? […]

Kopi Khas Bogor

Sebelum menetap di Bogor, aku jarang minum kopi. Paling seminggu hanya 3 gelas saja. Itupun harus kopi bermerk yang rasa dan harganya cocok di lidahku. Tetapi setelah mengetahui pemanisnya tak memakai gula tebu, sebagai penyebabku terserang migrain, aku pun melupakan kopi merk tersebut selamanya. Sempat juga aku pindah ke kopi yang dipasarkan secara MLM. Kopi […]

error: hubungi bloggernya kalau mau copy. pasti dikasih.