Masih Ngeblog?

Di Jogja kemarin sempet ketemu teman yang bertanya, “koq blogmu jarang diapdet lagi?” Pertanyaan yang sempat bikin aku melamun. Jadilah obrolan yang terpaksa kutuliskan di sini. Oiya, kode Jogjanya #JMR2016. Iya, sih. Sejak Desember 2014 aku pernah bikin resolusi: Males Ngeblog. Jadi sejak Januari 2015 hingga kini kemalasan ngeblog itu berlanjut. Rupanya enak juga nggak…

Obrolan Asbak dan Cangkir Kopi

Kedai kopi tempat berkumpulnya muda-mudi, pebisnis, perajin, pemalas, periang dan penyendiri, menyisakan sebuah asbak dan cangkir di meja paling sudut dan paling sepi. Sudut yang biasa dipesan oleh mereka yang lebih suka ke kedai kopi untuk menyepi, menyendiri, tanpa perbincangan baik dengan orang di meja sebelahnya maupun dengan orang lain melalui smartphonenya. Di ujung malam,…

Bungkam

Apa sih yang disebut pembungkaman itu? Jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, pembungkaman berasal dari kata dasar bungkam, yang berarti tutup mulut, tidak bersuara atau tidak bicara.  bung·kam a 1 tertutup (tt mulut); 2 tidak bersuara: mereka — seribu bahasa; mem·bung·kam v 1 menutup mulut supaya diam; 2 ki membuat tidak berbunyi (bersuara, berbicara): peraturan…

Deparpolisasi Teman Ahok

Fenomena relawan Teman Ahok rupanya membuat anggota partai politik (parpol) ketakutan. Seperti yang dilansir Kompas: “Deparpolisasi ini bahaya dan PDI-P pasti akan melawan deparpolisasi,” kata Prasetio di Gedung DPRD DKI, Selasa (8/3/2016). (Selengkapnya baca: Tanggapi Teman Ahok, PDI-P Akan Lawan Deparpolisasi) Geli dan mengenaskan membaca pernyataan reaktif tersebut. Anggota parpol yang nalarnya baik-baik saja, tidak mungkin…

SMS dana BOS, Dipecat Bos

“Bae ko di akhir tahun begini pak dong ame abis dana bos na diam-diam, ais katong snde dapat apa-apa.” ~ SMS guru honorer yang lagi sial Itulah isi SMS yang dipermasalahkan oleh pelapor. Isi SMS yang dimuat di media infontt.com. Padahal menurut informasi yang disampaikan ibu Yati kepada sumber dari Safenet, kurang lebih berbunyi: “Bendahara…

Ekspresi Kebencian

Media sosial bukan saja menjadi tempat untuk menyampaikan kabar, tetapi juga menjadi tempat untuk mengekspresikan kebencian. Orang-orang yang memiliki waktu dan energi berlebih, tak kenal lelah saling cerca kelompok, tokoh, aliran pemikiran, keyakinan, dan apapun yang tak disukainya. Kita dapat menemukan para pembenci itu di Twitter, Path, Facebook, Instagram, YouTube, dan kanal media sosial lainnya. Perbedaan madzhab yang…

Relawan dan Artis Idola

“Naif banget kalo niat lu aktif di sini cuma karena ada… tetottt (sebut nama artis). Kita cuma butuh volunteer yang memang mencintai anak-anak yang kita urus! Kalo lu aktif di sini karena artis itu, lu salah tempat!” Arahan seorang kakak pengurus sebuah komunitas relawan saat memotivasi juniornya. Seorang relawan junior menundukkan kepalanya. Ia kehilangan semangat…

6 Alasan Bom Bunuh Diri

Tulisan ini kurangkum dari beberapa blog yang mendukung perjuangan penegakkan khilafah di muka bumi, dengan ISIS sebagai maskotnya. Untuk mengantisipasi menurunnya semangat perang di kalangan mujahid karena isu bom bunuh diri di Paris menjadi trending topic di media sosial, merekapun mengeluarkan pesan melalui broadcast message (Telegram Channel) tentang dalil-dalil dan argumentasi yang menguatkan dan membenarkan…

Membuat Buku Memoar

“Buku adalah prasasti bagi masa depan. Ia akan senantiasa dikunjungi (dibaca) sebagai upaya menjaga “warisan”. Bahkan jika dikemas dalam bentuk eksklusif, buku bisa menjadi souvenir paling indah.” Buka Ayu Arman pada acara NgopiBuku di Kedai Rindu, Bogor (21/11). Perbincangan menarik mengalir, tentang proses kreatif menulis buku memoar atau biografi. Banyak tanya-jawab seputar tantangan menulis “buku…

Allah dan Bulu Ketek

Orang dewasa mungkin tak pernah memikirkan korelasi antara Allah, Tuhan Maha Pencipta dengan Bulu Ketek (ketiak). Mungkin bagi bocah yang belum genap sebulan masuk Taman Kanak-kanak (TK) seperti Miki, Allah dan Bulu Ketek ada kemenarikannya. Rupanya di TK, Miki baru belajar tentang Allah yang Maha Pencipta. Boleh jadi merupakan kebiasaan bocah TK seperti Miki, jika…

Ah, Jokowi

Adalah sebuah aksioma bahwa proses poli-trik politik yang mereka rekayasa tak pernah benar-benar demi rakyat. Selamat Ulang Tahun, Indonesia! Sejak dilantik sebagai presiden ketujuh, berbagai perubahan mulai terlihat di negara ini. Bukan cuma perubahan yang baik dan adem ayem, tetapi juga perubahan yang mendulang pro-kontra. Mereka yang sejak awal tak menyukai Jokowi tak berhenti menebar…

Mencoba Cipika

Tren jual beli online di kalangan netizen Indonesia sepertinya akan meningkat. Survey APJII yang dirilis Maret 2015 lalu menemukan bahwa 15% pengguna internet Indonesia melakukan aktivitas jual-beli online. Ini dapat terlihat dari makin beragamnya warung online. Begitupun dengan prediksi para pengamat e-commerce bahwa pasar bisnis di ranah online ini akan meningkat tiga kali lipat dalam dua tahun…

Asadessa, S-nya Dua

Asadessa adalah sebuah film dokumenter tentang gerakan warga desa dalam membangun negerinya sendiri. Film ini memuat pesan yang amat kontekstual dengan tren yang belakangan ini santer, yaitu ocehan tentang smart village, smart city, smart community, smart ecosystem, dan bla-bla-bla lainnya. Di tengah ocehan para pakar yang tentang teori menjadi smart, beberapa desa menjalankan inisiatifnya sendiri. Mereka tak…

Ayah Sehari

Ini hanyalah ingatan kecil ketika aku seharian menelusuri Baduy Dalam. Pada perjalanan itu, aku dan teman-teman dibimbing oleh Ayah Aja, seorang warga Baduy Dalam dari Cibeo yang menjemput dan juga mengantarkan kami pulang. Sepanjang perjalanan bersamanya, banyak kearifan yang diserap oleh rombongan. Perpisahan dengan Ayah Aja hampir tiba. Kami sudah tiba di gerbang Baduy Luar. Aku…

Ojek Melintas Trayek

Naik Ojek adalah cara yang dianggap paling cocok untuk menembus lalu lintas di kota macet seperti Jakarta. Memang lebih nyaman naik taksi dibandingkan dengan ngojek, tetapi tentu taksi tak bisa berkutik jika harus melintasi jalur macet. Belum lagi selama macet, argo taksi terus berjalan. Waktu melelet, ongkos melilit. Kondisi transportasi publik seperti itu merupakan peluang…

Tjokroaminoto, di Antara Para Pemula dan Musuh Bersama

Dari film Guru Bangsa Tjokroaminoto kita bisa melihat bagaimana ideologi amat bebas dibincangkan pada zamannya. Mengusung cita-cita sosialis/komunis bukan hal yang tabu, apalagi sampai dilarang. Mencita-citakan Islam sebagai ideologi di Nusantara pun bukan suatu momok yang menakutkan. Negeri cikal bakal Indonesia pada saat itu amat terbuka terhadap berbagai aliran pemikiran dan ideologi. Kecamuk revolusi di…