Gue yang Bikin, Gue yang Tanggung Jawab

“Espresso!” pesanku. “Eh, tambah satu lagi yang katanya unggulan di sini, Lazy Noon!”  dua minuman sekali pesan.  Tak lama pesananku itu disajikan di meja tempatku berbincang bersama teman-teman sesama penikmat kopi. Espressonya dapet banget, seperti yang selama ini menjadi citra baik kedai kopi ini dalam dunia kopi global. “Dibandingkan buatan warkop …tiiitt… Jauh lebih enak…

4 Tempat Jajan di Kelapa Gading

Setiap orang perlu menyisakan waktu untuk rihat dari pekerjaan sehari-hari, untuk mengelola stress akibat tekanan pekerjaan. Banyak cara yang dilakukan untuk menyegarkan diri, salah satunya adalah jalan-jajan. Apakah aku akan mengulas berbagai kuliner di beberapa kota yang aku singgahi dua bulan ini? Mm… Itu nanti aja deh. Kali ini aku mau cerita tentang satu sudut…

Melihat Medan dari Bentor

“Beberapa sopir Bentor yang kutemui boleh jadi merupakan kacamata dalam melihat Medan. Tetapi aku suka meminjam kaca mata lain agar bisa melihat Medan dari sudut yang berbeda.” Bentor melaju susuri jalan menuju beberapa titik perhentianku di Medan. Mulai dari Istana Maimun, Masjid Raya, Kuil di sekitar Madras, Rumah Tjong A Fie, dan beberapa pusat kuliner. Karena bukan blogger…

Opang yang Bertahan

Di halte BNN (Badan Narkotika Nasional) siang tadi aku ngobrol berdua seorang tukang ojek tak beraplikasi. Ojek tak berhape ini makin tenar dengan sebutan Opang (Ojek Pangkalan). Obrolan yang bermula dari keisengan karena menunggu taksi yang lewat ini rupanya memberikanku satu temuan, sebuah sikap yang menarik dari bapak yang mengaku sering dipanggil Bang Sadri oleh teman-temannya. “Emang si abang…

Vlogue Tenggarong

Perjalanan ke Tenggarong adalah pengalaman pertamakali menapaki ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Banyak yang tak kutahu tentang kota yang konon berasal dari kata Tangga Arung atau Rumah Raja ini. Ketidaktahuan itu membuatku merencanakan membuat Vlogue (video blog) tentang apa yang kutemukan di sana. Vlogue adalah gabungan dari Video Blog Gue. Temanku Kang Bugi pernah memberitahu kalau arti…

Batik dan Kopi di Pal Batu

Sudah lama aku sekadar tahu ada Kampung Batik di Pal Batu, Jakarta. Kampung Batik ini diinisiasi oleh Budi Darmawan dan Temmy, sejak 2011. Tapi baru 2016 aku mampir dan bercengkrama di rumah utama, yang mengajak masyarakat sekitar Pal Batu IV tergerak membatik. Apa yang membuatku mampir? Nanti kujelaskan. Janji! Dulu, sekitar 1994-1995 aku sering nongkrong di sekitar…

Sudah Lama Nggak Kopdar Blogger

Setiap Ramadhan selalu numpuk undangan berbuka puasa (bukber). Dari hari pertama puasa hingga hari ketigabelas tak henti-hentinya ajakan bukber kuterima hingga dalam tigabelas hari itu, baru duakali saja aku berbuka puasa bersama keluarga di rumah. Ya, begitulah Ramadhan. Oiya, dalam Ejaan Bahasa Indonesia terbaru bakunya adalah Ramadan. Tapi karena kadung terbiasa dengan transliterasi lama, aku…

Melantunkan Perenungan

Bunyi gong dan suara ritmis alat-alat musik khas Betawi perlahan memenuhi ruang gedung bergaya neo-renaisance yang dibangun pada tahun 1821. Pelantang acara mengumumkan bahwa pertunjukan segera dimulai. Layar terbuka, sosok lelaki muda berbaju hijau memimpin kaum muda lainnya dengan peran masing-masing. Merekalah Lantun Orchestra yang melantunkan perenungan mereka tentang Jakarta dalam tajuk #BetawiHariIni. Sayang disayang…

Ajak Mencari Jejak

Meluangkan waktu spesial buat anak-anak bisa dilakukan saat akhir pekan. Permainan apa yang bisa dilakukan barengan antara orang tua dan anak?  Bisa saja main Monopoli,  Ular Tangga,  dan berbagai mainan lainnya. Main game bareng di gadget seperti tablet dan atau iPad juga bisa, tapi -menurutku- yang paling spesial adalah bermain bersama mereka tanpa gadget. Misalnya…

Finally! Spotify Cuma Goban

Kini netizen Indonesia bisa menikmati streaming musik pakai Spotify. Koleksi lagu lawas –misalnya 80-an sampai tangga lagu Indonesia– tersedia. Saat mendengar slentingan dari tim Spotify sehari sebelum launching, aku sudah penasaran seperti apa sih enaknya Spotify. Dalam tren pencarian di Google Indonesia hari ini pun, “Spotify” berada di urutan teratas. Ini menunjukkan betapa banyak orang…

#BJR15, lalu Aku Jatuh Cinta

Pagelaran jazz rutin yang menjadi icon Bogor memasuki tahun keempat. Bogor Jazz Reunion (BJR) 2015 memilih Kebun Raya Bogor sebagai tempat perhelatan yang mengangkat tema “Respect the Nature“. Aku benar-benar menancapkan tanggal 31 Oktober hanya untuk acara ini. Bukan karena tahun kemarin sempat absen, tetapi karena BJR sudah seperti acara keluarga yang jika absen, seperti…

Aku Ingin

Orang yang ingin tetap bahagia dan bijaksana, harus terus berubah.” ~ Confucius. Sewajarnya, perubahan adalah perkembangan dari kondisi satu ke kondisi lain yang lebih baik. Perubahan adalah suatu kemajuan. Jika kejadiannya terbalik, satu keadaan menjadi lebih buruk dari sebelumnya, kondisi tersebut disebut kemunduran. Perubahan juga terjadi (baca: direncanakan) oleh sebuah perusahaan telekomunikasi yang sebelumnya sering…

Kacang di atas Tampah

Namanya Kasnuni. Sebelum berbincang di tengah ingar-bingar konser musik di Alun-alun Kota Pemalang, aku memerhatikannya melayani pembeli kacang rebus yang dijualnya. Penerangannya cuma lampu semprong berbahan bakar minyak tanah. Untuk melindungi lampu, ia menggulungkan kertas pada semprong lampunya. “Setiap hari jualan kacang rebus di sini, mbah?” Tanyaku sambil mengelupas kulit kacang rebus yang sudah kubayar….

Kembalinya Anak Hilang di Papua

Menginjakkan kaki di tanah Papua adalah impianku sejak lama. Terutama sejak seorang saudaraku menetap di Negeri Cenderawasih itu hingga aku kehilangan kabar tentangnya. Seingatku, tahun 1995 ia menjejakkan kaki di tanah damai, Papua. Di rentang waktu, sekali ia ke Jakarta saat mengikuti acara para jurnalis independen sekitar tahun 2000. pertemuan yang singkat di Jakarta dilapis…

Mencari Orang Madura di Ambon

Ada apa dengan orang Madura? Kenapa aku mencarinya? Kenapa pula aku mencari orang Madura di Ambon? Kuceritakan pengalaman “nggak penting” pada suatu malam di Kota Ambon. Malam ketika tubuhku menggigil karena demam. Saat itu sudah jam 09.20 malam Waktu Indonesia Timur. Pantas aku merasa lapar. Aku mengharapkan makanan yang dapat membuatku lebih hangat dan semangat menyantapnya. Sop Kambing Madura…

Asadessa, S-nya Dua

Asadessa adalah sebuah film dokumenter tentang gerakan warga desa dalam membangun negerinya sendiri. Film ini memuat pesan yang amat kontekstual dengan tren yang belakangan ini santer, yaitu ocehan tentang smart village, smart city, smart community, smart ecosystem, dan bla-bla-bla lainnya. Di tengah ocehan para pakar yang tentang teori menjadi smart, beberapa desa menjalankan inisiatifnya sendiri. Mereka tak…