Buat Apa Membeli Gengsi

Seperti mendapatkan durian runtuh. Peribahasa itu cocok lagi untukku. Memang yang namanya keberuntungan sering diturunkan Tuhan buatku. Pernah tiba-tiba aku mendapatkan seat nomor 2A di sebuah pesawat menuju Jogjakarta. Perempuan yang duduk di sebelahku, bertanya sambil memandangiku. Tatapannya curiga, “Mas, Anda ini duduk di sini, memang sengaja beli atau karena keberuntungan?”

Mungkin perempuan itu yakin orang bertampang kere sepertiku tak pantas duduk di area depan. Terutama mungkin tak setara duduk di sebelahnya yang berdandan perlente dan perhiasan yang meriah di jari tangannya. Boleh jadi orang bersandal-jepit sepertiku lazimnya tak sanggup membayar kursi buat orang berkelas sepertinya.

Apakah aku membayar seat 2A atau sekadar beruntung? Beberapa teman pernah kujelaskan kisah tersebut. Di sini tak perlulah, sebab aku akan mengabarkan keberuntungan yang kudapatkan pekan ini.

Pulang kerja, setibanya di Ciawi aku dicegat temanku, @insideerick. Ia memberiku sebuah smartphone merk Smartfren Andromax C3.

“Serius ini buatku?” seperti tak kupercaya. Soalnya seminggu sebelumnya aku sempat berencana membelikan smartphone murah-meriah untuk anak perempuanku. Menurutku ia sudah butuh handphone untuk berkomunikasi dengan teman, guru, dan orang tua. Dengan satu syarat, ia belum boleh memiliki aku media sosial sebab usianya baru 12 tahun. Hanya blog yang ia punya. Rencana beli handphone sepertinya batal sebab blogger sociogeeks itu memberikan hape gratis buatku.

“Itu hape harganya cuma 499 ribu. Androidnya Kit-kat. Kalo nggak keberatan, bikin unboxing-nya aja, ya!” pesan blogger yang sehari-harinya ngetwit soal tekno dan sempat diunfollow beberapa orang karena hiruk-pikuk copras-capres kemarin. 🙂

Bikin unboxing video, itu sih gampanglah. setiba di rumah, langsung kukerjakan. Setelah itu, kupanggil anak perempuanku yang pemalu kalau diajak ngobrol sama ayahnya. Terlihat betapa senangnya ia mendapatkan hape yang, meskipun murah tapi fiturnya cukup buat menunjang aktivitasnya. Ia bisa berkomunikasi, browsing, blogging, memotret, dan aplikasi lain untuk memperkaya pelajaran sekolahnya.

Kenapa gak kubelikan hape mahal dan bergengsi? Ah, itu yang tak kusukai. Buat apa membayar mahal sebuah gengsi apabila dengan smartphone murah, segala kebutuhan sudah terpenuhi?

6 comments

Menurutmu?