Bogor Raincake. Biasa aja

Tiga paket kue berlabel Bogor Raincake sudah di depanku. Apakah rasanya akan seenak kue khas bogor lainnya yang bahan utamanya talas? Kucicipi yang rasa keju dulu. Valanilla Cheese Cake. Ohya, ada juga yang Red Taro Cake dan Crispy Chocoolate Cake. Yang greentea tak ada, kabarnya yang ini paling laku keras.

Saat kuiris-iris dengan pisau plastik putih bawaan dari paketnya, level kepinginnya jadi merendah. Taburan keju parut di atas kue itu berantakan. Saat kuambil kue sepotong, taburan kejunya berjatuhan ke potongan yang lain. Apakah cara makan kejunya harus dipunguti kembali? Kebayang gak kalau kue itu disajikan buat tamu. Kasihan tamu yang suka keju, malu-malu mau memungut parutan keju yang tertinggal di piring.

Itu satu pengalaman pertama nyobain Bogor Raincake. Bagaimana rasa bolunya? Dibandingkan dengan kompetitor kue sejenis kuanggap biasa saja. Bukan berarti nggak enak. Tetap yang namanya kue mahal tentu tak akan mengecewakan. Tapi gimana ya, saat menggigit dan mengunyahnya aku merasa biasa saja.

Berbeda kala aku menikmati Bolu Meranti dari Medan. Aku tak terlalu suka bolu atau cake, tetapi kalau bolu meranti koq ya doyan.

Tapi kenapa tokonya rame. ya? Iyalah rame. Banyak yang ke sana bukan sekadar beli kue, tapi mau selfie-selfie dengan latar foto artis yang punya usaha ini. **** nyinyirdetected****

Sepertinya Bogor Raincake perlu memikirkan lagi bagaimana agar rasa cake-nya bisa membuat orang betah seolah menikmati hujan di Bogor. Dan satu lagi, kejunya jangan dibiarkan bertaburan tanpa perekat dong. Kuatir aja kalau bertaburan kayak gitu, nggak rekat, jad gampang diprovokasi. Jangan sampai pecah bangsa ini. #eh #ngawur

7 Responses

Menurutmu?

Back to Top
%d bloggers like this: