Blogdetik Pamit

Namanya kopdar pamitan. Percaya nggak percaya, blogdetik akhirnya menutup layanannya di usia kesepuluh tahun. Ironis, acara kopdar lintas generasi blogger yang diidam-idamkan admin blogdetik sejak dulu akhirnya terselenggara pada saat terakhir. Banyak yang hadir pada kopdar 20 Januari 2018 di PIC Kuningan City ini dengan membawa rasa penasaran. Ada yang masih tak percaya blogdetik akan tutup usia. Ada juga yang hatinya menolak kematian platform blog yang memiliki lebih dari 20 ribu akun ini. Yang woles aja juga ada.

Apakah momen kopdar ini penuh dengan air mata perpisahan? Ya, sempat sih mataku berkaca-kaca saat menyaksikan video kolase kegiatan blogdetik bersama bloggernya. Momen-momen dengan berbagai rasa tumpah ruah di hatiku. Video tersebut berhasil membuatku…, ah sudahlah. Bukan cuma aku. Bahkan Karel yang kerap ceria pun mewek sehabis menyaksikan video tersebut.

cuma di blogdetik doorprize isinya centong, saringan, ember, gayung, beras, minyak sayur, sabun, pasta gigi, colokan, dsb. ? | foto @mataharitmoer

Tapi overall, kopdar pamitan ini bikin gembira. Tak pernah menyangka bisa kumpul bareng lagi dengan teman-teman yang pernah memengaruhi perjalanan hidupku.

Ini kopdar yang khas banget gaya blogdetiknya. Tugas MC memang harus diemban Karel. Sepanjang pengalaman di blogdetik, dialah yang paling bisa memainkan nyawa acara. Belum pernah kutemukan MC blogdetik yang senyawa dengan para bloggernya selain Karel yang handuk pemberiannya padaku baru saja sobek sebulan yang lalu.

tiga admin blogdetik | foto @mataharitimoer

Tampilnya admin blogdetik 3 masa pun mengembalikan kembali ingatan tentang suka-duka interaksi blogger dengan adminnya. Fanabis, Marone, dan Gajahpesing bergantian mengisahkan kembali pengalaman mereka selama ngadmin. Satu hal yang menyikut rasa bersalahku adalah tuturan Gajahpesing saat menerima email permohonanku menghapus akun blogdetikku. Rupanya ia amat sabar menunggu alasan sesungguhnya dariku. Karena itu saat diberi kesempatan bicara, kulunasi utang jawabku pada Mas Gajahpesing.

Menahan air mata | foto @melfeyadin

Wajar ia menuntut jawaban dulu. Biasa kan di kalangan blogger, kalau ada yang menutup akun, ada saja dugaan yang nggak-nggak. Misalnya mengira ada masalah antara aku dan admin. Padahal nggak ada masalah sama sekali. Meskipun saat itu blogger kerap banyak tuntutan kepada admin dan biasa menuduh “admin salah”, aku tak pernah menyoal pekerjaan admin. Tapi sudahlah, jawabannya sudah kutuntaskan tadi.

Jadi beneran blogdetik selesai? Ya, benar. Tapi aku yakin. Sepanjang perjalananku bersama blogdetik, kita memang kehilangan sebuah platform yang menyatukan banyak orang. Namun sesungguhnya kita tak kehilangan pertemanan. Rasa kekeluargaan yang kuat itulah yang membuat pertemanan berjalin lama, dengan segala kisahnya.

Terima kasih blogdetik dan khususnya buat admin dan mereka yang mengelola platform blog yang dimulai 2008 itu. Banyak kisah pernah terjadi di sana. Perdebatan, permusuhan, saling kepo, gosip, nyinyir, dan kasih sayang adalah kisah yang memberi banyak pelajaran bagi para bloggernya.

Blogdetik boleh mati tetapi pertemanan jalan terus!

featured photo by @diankelana

17 Responses

  1. Bener2 sebuah penutupan lapang mainan sih, walo kadang ga lagi main disana, tapi sesekali mampir bikin lega….
    Banyak banget cerita disana… 🙁

  2. Sedih krn ga bs kopdar-an di sana
    Sedih krn harus pindah “lapak” karena banyak cerita dan sejarah di detik
    Tapi life goes on.
    ?

  3. Sedih karena Blogdetik adalah tempat saya belajar dan punya banyak sahabat. Tapi benar Blogdetik boleh tutup, tapi tali persahabatan tetap harus tetap terjaga.

    1. haha iyaya, penutupan MP itu memang heboh, mungkin karena saat itu memang masih banyak yang suka ngeblog. sekarang udah makin jarang yang ngeblog. selain itu karena MP kan skupnya global ya

  4. sebenarnya penasaran penyebab tutupnya blogdetik,apakah sudah tidak ada value di blogdetik,sehingga harus di tutup atau apa?

    jujur sedih,soalnya banyak dapat teman dari blogdetik, tapi ya gimana lagi lah wong saya saja jarang ngeblog.

    1. mungkin karena udah gak mungkin untuk dimonetize sama pemilik perusahaannya kayaknya. tapi ya, ambil manfaatnya aja yang selama ini terjalin.

Menurutmu?

Back to Top
%d bloggers like this: