Anak Bahagia Kalau…,

“Tanya sama anakmu, apa yang membuatnya bahagia!” Ucap Selamet Rahardjo dalam perannya sebagai kakeknya Sterling (Bima Azriel) kepada anaknya, Beth (Putri Ayudya), yang terlalu khawatir kalau anaknya terlalu bebas bermain bersama teman-teman barunya di kampung Selo, Boyolali, Jawa Tengah.

foto: Skrinsut dari trailer Petualangan Menangkap Petir

Sebagai ibu milenials Beth lebih suka jika Sterling aktif seperti biasa, membuat vlog. Sebelum liburan ke rumah kakeknya di Boyolali, Sterling yang hidup bersama orang tuanya di Hongkong punya banyak teman di dunia maya. Sterling adalah youtuber yang punya banyak subscriber di channel youtube-nya.

Aktivitas sehari-hari dengan gadget memang dilakukan secara positif oleh Sterling, yaitu bikin vlog. Namun sang ayah (Diperankan Darius Sinathrya) punya kekhawatiran akan masa depan anaknya yang hanya bergaul secara maya. Temannya banyak tapi tak pernah bertemu. Ramai di dunia maya tetapi sepi nyatanya.

Untuk memberikan pengalaman baru bagi anaknya, Mahesa (Ayah Sterling) membawanya pulang kampung ke Boyolali. Meskipun awalnya Sterling enggan ke kampung di mana kakeknya tinggal, tetapi justru ia menjadi betah dan menemukan passion. Passion bikin film ia dapatkan saat berteman dengan anak kampung Selo yaitu Gianto yang lebih senang dipanggil Jayen (Fatih Unru).

Selain memiliki alur cerita utama tentang Sterling, aku pun tertarik pada si Jayen. Dia anak yang merindukan ibunya pulang. Ibunya pergi sejak kecil karena bekerja sebagai Tenaga Kerja di luar negeri. Jayen yang tinggal berdua ayahnya ini anak yang sepertinya badung. “Dua kali nggak naik kelas.” Cerita ayahnya Jayen kepada Sterling. “Tapi kemauannya kuat. Kalau punya keinginan, akan terus berusaha mewujudkannya.”

Kamar Jayen dihiasi dengan poster bintang film lawas Indonesia seperti Advent Bangun, Barry Prima, dan lainnya. Hiburan yang ada di kampungnya pun cuma layar tancep. Tak ada bioskop. Jayen ingin sekali bisa terkenal sebagai bintang film. Karena itu ia memengaruhi Sterling untuk bikin film.

Dari rumahnya itu, Jayen memberikan sebuah komik kepada Sterling. Komik legenda Ki Ageng Selo, Sang Penangkap Petir. Tak cukup meyakinkan, Jayen mengajak Sterling nonton layar tancep yang biasa digelar oleh Om Arifin (Abimana Aryasatya).

foto: Skrinsut dari trailer Petualangan Menangkap Petir

Arifin dan sahabatnya Kriwil (Arie Kriting) memang orang film. Mereka pernah punya kisah membuat film namun tak kunjung sukses. Bagi mereka film itu sakral sebab menampilkan berbagai emosi dan jiwa pemeran yang beragam. Jayen dan Sterling pun meminta Om Arifin mengajarkan mereka bikin film yang ide ceritanya berasal dari komik.

foto: Skrinsut dari trailer Petualangan Menangkap Petir

“Kalau emang ingin bikin film,angkat kamera, bikin!” Tegas Om Arifin kepada kedua anak itu.

Ternyata bikin film tak mudah. Ada saja hambatan yang mereka hadapi. Hambatan terbesar adalah Beth, ibunda Sterling yang terlalu khawatir kalau anaknya kenapa-apa karena banyak bermain bersama teman-temannya di luar rumah. Ia tak peduli alam sekitar kampungnya itu indah. Beth lebih suka Sterling nge-vlog ketimbang bikin film.

Lain lagi hambatan yang dialami Jayen. Rupanya eksperimen film pertama mereka saat camping bersama om Arifin mendapatkan respons positif maupun negatif dari netizen yang menonton streaming dari hape Sterling.

Membaca komentar negatif netizen sempat membuat ciut nyali Jayen. Sebagai anak yang biasa bergaul di media sosial, Sterling menguatkan niat Jayen. “Biarkan saja mereka komentar kayak gitu (negatif). Abaikan saja. Kita lanjut saja bikin film!”

Jleb! Apa yang dibilang Sterling benar. Netizen memang gampang banget nyinyir. Mereka mungkin kritis tetapi kalimat kritiknya seringkali amat negatif bahkan cenderung kasar dan kotor. Netizen yang kayak gini, mending dicuekin aja.

Konflik batin sebagai anak maupun sebagai orang tua muncul di ambang terakhir proses pembuatan film yang melibatkan teman-teman dan warga kampung Selo. Beth marah karena merasa Sterling maupun kakeknya tak mengindahkan aturannya.

Di sinilah kunci atas kegamangan antara anak dan ibu dan kakek terurai. Bagaimana akhirnya?

Mending nonton saja film produksi Fourcolours Films ini. Biarkan Anda sendiri yang menyimpulkan bagaimana mestinya orang tua menghadapi anak yang kerap bermediasosial dan tak bisa lepas dengan gadget (gawai).

Foto: @mataharitimoer

Menurutku film ini mesti ditonton keluarga Indonesia yang membutuhkan literasi digital. Seperti kata Om Nando (Ferdinandus Setu) yang mewakili kementerian kominfo sebagai salah satu pendukung film ini selain bekraf. “Bapak menteri kominfo, Rudiantara merekomendasikan film Petualangan Menangkap Petir sebagai tontonan keluarga Indonesia.” Gelegarnya saat Gala Premier film tersebut di XXI Mal Kota Kasablanka, 25 Agustus 2018.