Ia Cuma Petani

Melinting tembakau adalah kebiasaannya saat bercengkrama. Lintingan pertama selalu diberikan untukku. “Silakan, ini nggak pake kemenyan!” serahnya padaku. Dia hafal aku tak suka aroma kemenyan.

Selinting tembakau Srinthil khas Temanggung melengkapi seduhan kopi andalannya: Liberica dan Robusta Pringsurat. Obrolan pun mengalir lancar, dari soal kopi, tembakau, batik, pun soal pengalaman kami di Kasepuhan Ciptagelar jadi pengisi hari yang gerimisnya enggan berhenti.

Pak Mustofa namanya. Asli Oslo Solo. Lahir dari keluarga pembatik Solo lalu dapat passion juga dalam dunia kopi. Kini ia menetap di Temanggung, tepatnya di Kemloko, Kecamatan Pringsurat. Ia mengelola kebun dan roasting kopi dengan brand Kenteng Jaya, batik dan kopi. Koq dicampur batik dan kopi?

“Batik dan kopi menyatu dalam jiwaku. Batik merupakan asal kelahiranku, trahku adalah batik. Sedangkan kopi merupakan hidupku selanjutnya. Keduanya sama-sama memiliki filosofi, seni, dan pengetahuan. Bukan asal mbatik, dan tak asal ngopi.” urainya tenang perlahan seperti ketika ia sedang menyeduh kopi atau seperti ketika ia menggoreskan canting ke kain.

Pak Mustofa pernah bereksperimen membatik dengan warna yang dibuat dari biji kopi. Berhasil dan mantap jiwa.

Pak Mustofa menyeduh kopi (foto: @sapda.alam)

Menurut pak Mustofa, menyeduh kopi itu intinya adalah ekstraksi. Agar ekstrasinya bagus, sinkronkan antara suhu cangkir maupun wadah kopi lainnya dengan air seduhan. Saat menyeduh pun jangan terburu-buru dan jarak antara ujung teko dengan gelas kopi pun jangan terlalu tinggi, agar suhu dari air yang membasahi bubuk kopi tetap stabil.

Setiap bertemu dengan pak Mus, selalu ada pengetahuan tentang kopi. Ia bukan sekadar teman. Ia adalah petani kopi. Ya, cuma petani kopi. Bukan pejabat, bukan orang dekat dengan pejabat anu, bukan bodyguard artis anu. Dia cuma petani dari trah pembatik. Tetapi pak Mus adalah guru dalam persliweran hidupku.

3 Responses

  1. Saya bukan pecinta kopi
    Tapi saya selalu menyukai aroma kopi segar yang baru digiling lantas diseduh
    Aromanya membangkitkan selera banget

    Saya juga menyukai saat2 memetik biji kopi dari pohonnya
    Ah kangen suasana itu

  2. Berat iki Pak Mustafa, model beginian yang hidup dalam segenap jiwa dan raganya.
    hidup klo asal hidup monyet juga hidup
    nah ini Pak Mustafa, bukan monyet :)))

Menurutmu?

Back to Top
%d bloggers like this: